Safari Politik di Sumba Barat Daya, Jane Natalia Suryanto: Berbuat Dulu, Baru Berani Jadi Calon
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Jane Natalia Suryanto, saat pidato dalam safari politiknya di Sumba Barat Daya (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut 1, Jane Natalia Suryanto, melakukan safari politik di Sumba Barat Daya (SBD).
Kehadiran Jane dalam rangka kampanye Pilgub NTT ini disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus Partai Hanura setempat.
Jane diterima dengan tarian adat khas Sumba sebagai tanda penghormatan dan penyambutan tamu penting.
Acara yang digelar di Kota Tambolaka, pada Sabtu, 12 Oktober 2024 ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura SBD Yohanes Ngongo, dan Ketua DPD Hanura NTT Refafi Gah.
Dalam pidatonya, Jane Natalia Suryanto, menegaskan komitmennya untuk membangun NTT, terutama dengan menciptakan lapangan kerja dan memajukan sektor pertanian, nelayan, dan peternakan.
Jane menyebut salah satu program konkret yang telah dikerjakannya adalah pembangunan pabrik Sumba Manis di Waingapu, sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
“Saya punya program untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun pabrik. Salah satunya adalah pabrik Sumba Manis di Waingapu. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran di NTT,” ungkap Jane.
Jane juga mengungkapkan pengalamannya selama 10 tahun bekerja dan berjuang di NTT, yang membuatnya memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam.
“Menurut saya dan kaka Ansy, kalau mau jadi calon kepala daerah, kita harus berbuat dulu di masyarakat baru berani dan mau menjadi calon,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pemimpin yang bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Kita bukan orang yang memalukan. Kita sudah bekerja di masyarakat, dan kita akan melanjutkan itu. Menyala artinya terang. Pemimpin harus membawa terang, bukan kegelapan,” tegas Jane.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar