SBD Gema Cermat Edukasi Penggunaan Obat Rasional, Ratu Wulla Talu: Semua Program Harus Berpihak Kepada Masyarakat
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPR RI Dapil NTT II Ratu Wulla Talu (tengah) menghadiri Edukasi Penggunaan Obat Rasional Melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Aula Terbuka Ro'o Luwa - SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, perwakilan Ditjen Farmalkes, Ketua Tim Seleksi Obat Kemenkes Andriani menjelaskankan bahwa gerakan ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Tujuannya untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan obat yang tepat dan benar,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat menjadi salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan.
Banyak orang yang masih kurang tahu bagaimana cara menggunakan obat dengan benar, bagaimana cara menyimpan obat agar tetap efektif, serta pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tertentu.
“Kurangnya pengetahuan ini dapat berakibat fatal, baik dari segi kesehatan individu maupun dampak sosial secara keseluruhan,” katanya.
Gema Cermat menekankan pentingnya “5 O” yang harus selalu ditanyakan oleh masyarakat saat mendapatkan obat. Kelima poin tersebut adalah:
1. Obat ini apa?
2. Obat ini untuk apa?
3. Obat ini bagaimana cara menggunakannya?
4. Obat ini berapa dosisnya?
5. Obat ini apa efek sampingnya?
Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami penggunaan obat yang mereka konsumsi dan terhindar dari kondisi buruk yang disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak tepat.
Obat yang digunakan secara tidak tepat dapat menjadi racun dan menyebabkan efek samping yang berbahaya, termasuk resistensi antibiotik yang kini menjadi masalah global.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menggunakan obat secara bijak dan selalu berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan.
Ditjen Farmalkes juga menekankan pentingnya penggunaan apotek secara bijak. Apotek bukan hanya tempat untuk membeli obat, tetapi juga tempat untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai penggunaan obat.
Apoteker yang terlatih dapat memberikan edukasi dan konsultasi yang diperlukan untuk memastikan obat digunakan dengan benar.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar