Tegaskan NTT Bersih Melayani, Ansy dan Jane Soroti Transformasi Birokrasi
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, saat menghadiri debat publik perdana (Tangkap layar YouTube KPU NTT/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Saya juga tidak pernah sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajaknya. Ini yang disebut dengan integritas seorang pemimpin dan pejabat publik, dan hari ini NTT membutuhkan hal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, dengan latar belakang sebagai politisi dan pengusaha, Jane Natalia Suryanto mengungkapkan bahwa pelayanan publik seharusnya mengadopsi prinsip seperti yang diterapkan dalam dunia korporasi, di mana masyarakat dipandang sebagai “raja” yang harus dilayani dengan baik.
“Tapi itu belum sepenuhnya diadopsi di birokrasi dimana masyarakat itu adalah raja yang sesungguhnya. Sehingga pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakatnya,” ujar Jane.
Calon wakil gubernur nomor urut 01 itu juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Good Government Governance dalam birokrasi.
“Kalau di korporasi atau diperusahaan ada yang namanya Good Corporate Governance (GCG), maka untuk birokrasi harus ada yang namanya Good Government Governance,” terangnya.
Lebih lanjut, Ansy Lema juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan.
Menurut pejuang Cagar Alam Mutis itu, jika pemimpin bersih, maka birokrasi tidak akan berani bertindak tidak bersih.
Birokrasi yang bersih akan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, yang pada akhirnya membangun trust atau kepercayaan publik. Hal ini, katanya, akan menarik dukungan luas dari masyarakat serta dunia usaha.
“Bapa Mama, kami hadir untuk memberi diri, menjadi pelayan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Ansy Lema lagi.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar