Yuk Kenali Frengky Keban: Figur Muda NasDem Solor yang Terjun Caleg Usai jadi Wartawan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Frengky Keban, Figur Muda NasDem Solor yang Terjun Caleg Usai jadi Wartawan (Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebuah pencapaian yang luar biasa tentu apalagi dengan intensitas organisasi yang ia jalani.
“Kalau hari ini orang bilang organisasi itu membuat kuliah itu terbengkalai maka bagi saya itu tidak benar karena saya berhasil menyandingkan dua kekuatan itu dengan baik. Ini soal bagaimana kita bisa memanage waktu tanpa meninggalkan salah satunya. Saya lulus dengan cum laude berkat organisasi,” ungkapnya.
Jadi Wartawan Untuk Mewartakan
Selepas kuliah, lanjutnya Frengky Keban sempat diminta kerja sebagai peneliti di salah satu NGO namun ia lebih memilih pulang kampung ke Larantuka dan mengabdi di Diskominfo sebagai wartawan LPPL RSPD sekaligus menulis di sejumlah media online dan media bulanan.
1,5 tahun bekerja ia pun kemudian memutuskan hijrah dari birokrasi untuk menjadi wartawan di Harian Umum Victory News dan ditempatkan di Sumba Barat Daya hingga Oktober 2023 kemarin.
Uniknya, selama di Sumba Barat Daya ia tidak hanya jadi wartawan tapi jadi tokoh motivator buat anak muda SBD dengan sejumlah ide dan gagasannya.
Salah satunya adalah menghadirkan organisasi Buku Bagi NTT di SBD guna membantu anak-anak SBD di bidang pendidikan.
“Hal ini karena selama saya di SBD yang saya lihat pembangunan itu masih hanya infrastruktur saja tanpa diikuti dengan pembangunan pendidikannya. Sehingga butuh adanya gerakan untuk menyadarkan orang tua kalau pendidikan juga penting. Dan syukurnya banyak anak muda terlibat termasuk sejumlah wartawan muda. Apalagi di sini saya lebih banyak memberikan kepercayaan agar mereka percaya kalau mereka bisa seperti orang lain di luar Sumba,” tambahnya.
Keberhasilannya dengan gerakan kecilnya itu pun mengantarkan ia jadi salah satu wartawan paling disegani dan dikenal banyak orang di sumba khususnya SBD, Sumba Barat dan Sumba Tengah. Terlebih dirinya punya integritas dan kapasitas mumpuni serta bisa jadi teman diskusi yang menarik.
Bahkan beberapa momen ia selalu dipercayakan mitra untuk jadi pemateri dalam kegiatan jurnalistik. Hebatnya, saat ia berhasil seperti itu, ia tidak besar kepala. Ia selalu berpegang pada prinsipnya untuk jadi orang besar coba tiga keutaamaan ini: pertama rendah hati, kedua rendah hati, dan ketiga rendah hati.
Tiga keutamaan itu ia buktikan dengan kerjanya termasuk melatih teman-teman wartawan muda di sumba jadi penulis yang baik.
“Saya hanya bisa membagi apa yang saya miliki. Saya tidak hebat tapi saya mau orang jangan hanya kenal saya saja atau senior lainnya di media lain tapi juga wartawan muda lainnya. Maka dari itu membagi mereka tips menulis yang baik adalah tugas saya. Karena waktu saya untuk pergi bisa kapanpun dan ketika saya pergi saya tidak mau meninggalkan sesuatu yang buruk,” tegasnya.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar