Wabup Aceh Barat Buka Comsrat VIII MAN 1, Diikuti 918 Peserta dari 36 Sekolah
- account_circle Muhibbul Jamil
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, saat memberikan sambutan dalam ajang Competition of Science Religion and Art (Comsrat) VIII MAN 1 Aceh Barat (Muhibbul Jamil/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat, Said Fadheil, membuka ajang Competition of Science Religion and Art (Comsrat) VIII MAN 1 Aceh Barat. Kegiatan itu diikuti ratusan pelajar lintas kabupaten.
Pembukaan Comsrat VIII berlangsung di lingkungan MAN 1 Aceh Barat, Meulaboh, pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan peserta dari Aceh Barat dan daerah sekitarnya.
Panitia mencatat, sedikitnya 14 cabang perlombaan digelar dalam Comsrat tahun pelajaran 2026 – 2027. Total peserta mencapai 918 orang.
Para peserta berasal dari 36 sekolah yang tersebar di Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, serta Aceh Besar. Tentu saja, kehadiran mereka memperluas jangkauan kompetisi.
Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan apresiasi kepada MAN 1 Aceh Barat yang dinilai konsisten menghadirkan Comsrat setiap tahun. Ajang ini dianggap melampaui kompetisi akademik.
Menurut dia, Comsrat dinilai mampu mengasah kecerdasan, membentuk karakter, dan tetap menjaga spiritualitas. Unsur kreativitas dan kepekaan sosial juga disebut diperkuat.
Tema Comsrat VIII, Actualization, disebut relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Tema itu dipandang mendorong peserta berani mengeksekusi potensi.
“Actualization bukan hanya tentang memiliki potensi, tetapi berani mewujudkan potensi menjadi aksi nyata,” katanya.
Ia menekankan, peserta didik tidak cukup hanya unggul di kelas. Kontribusi, kerja sama, dan dampak bagi lingkungan sekitar disebut menjadi ukuran penting.
Wabup Aceh Barat juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memiliki komitmen sejalan dalam penguatan pendidikan. Sejumlah program disiapkan untuk memperkuat kualitas belajar.
Salah satunya, Pemkab Aceh Barat berencana meneken MoU program pembelajaran Gampang, Asik, dan Menyenangkan (Gasing) pada 26 Januari 2026. Program itu fokus pada matematika.
Gasing dijelaskan sebagai metode inovatif yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya. Metode tersebut dirancang agar peserta didik tidak takut lagi pada matematika.
Said menyebut, program serupa pernah diterapkan di Papua dan menunjukkan hasil. Bahkan, ia menyinggung adanya peserta yang mampu menjuarai olimpiade matematika setelah mengikuti program.
Di hadapan peserta, Said berpesan agar Comsrat dijadikan ruang belajar. Kemenangan dinilai penting, tetapi proses dinilai jauh lebih menentukan.
Ia pun menekankan kejujuran, sportivitas, dan keberanian tampil sebagai nilai utama. Peserta diminta menampilkan potensi terbaik demi masa depan Aceh Barat.***
- Penulis: Muhibbul Jamil
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar