Renungan Harian: Mintalah, Maka Kamu akan Diberi
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Sebuah pemandangan inspiratif, seorang pria terlihat berlutut dan meminta dalam doa dengan rendah hati (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Fenomena yang sering kita alami, bahwa mudah sekali hati kita menjadi ciut jika kita tidak langsung menerima jawaban terhadap apa yang kita minta.
Kita mungkin merasa tidak percaya diri lagi dan menjadi minder. Makanya, janganlah bergantung kepada kekuatan diri sendiri, tetapi mau bergantung pada Allah.
Yesus mendorong kita untuk tetap mengetuk; dan berjanji akan membuka pintu dan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua orang yang minta kepada-Nya. Dengan begitu, kita harus tetap percaya dan setia kepada-Nya.
Sebagai umat Allah, bukankah kita dekat dengan Tuhan? Lalu, apa yang menyebabkan kita segan dan lalai meminta bantuan-Nya kalau kita membutuhkan?
Karenanya, Yesus berkata: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibuka bagimu” (Luk 11-9)
Yesus menegaskan bahwa: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberi Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya”. (Luk 11:13)
Seorang yang tekun pasti akan menerima imbalan. Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya untuk tekun berdoa kepada Allah sebagai Bapa.
Sebagai Bapa surgawi, Dia bukan hanya memenuhi permintaan kita, tetapi juga melakukannya untuk kebaikan kita. Dan kebaikan yang terbesar terwujud dalam Roh Kudus yang diberikan-Nya pada kita.
Lalu, bagaimana dengan kita?
Hendaknya kita harus menyadari bahwa rasa cinta Bapa itu hanya akan kita alami kalau kita membuka HATI dan membiarkan-Nya mencintai kita. Namun karena cinta-Nya menuntut pembaharuan diri, kita segan memenuhinya.
Jika demikian, apakah kita masih BERHAK menuntut pengabulan doa kita?
Article By: Dami Tiala, Lingkungan Ratu Kenyo, Ev. Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan Wedomartani, Sleman – Yogyakarta.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar