BRI dan Pemkab SBD Bangun Sarana Air Bersih, Warga Kalembu Kaha Terima Bantuan Rp219 Juta
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyerahkan bantuan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalembu Kaha, Jumat (24/7/2026). Bantuan senilai Rp219,9 juta itu diperuntukkan bagi penyediaan air bersih, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Foto: Kominfo Sumba Barat Daya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Akses air bersih di Desa Kalembu Kaha, Kabupaten Sumba Barat Daya, mendapat penguatan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Yayasan Brikasih, LPPM Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Katolik Weetabula. Kolaborasi itu ditandai dengan peresmian sumur bor dan penyaluran bantuan pemberdayaan masyarakat pada Jumat, 24 Juli 2026.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan sarana air bersih, tetapi juga menyasar sektor pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp219.995.205 dan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan di desa.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menilai keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, dan gereja memperlihatkan bahwa pembangunan desa memerlukan kerja sama berbagai pihak. Sinergi itu dinilai mampu memperluas jangkauan program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain dukungan dana, masyarakat menerima sejumlah bantuan berupa tandon air berkapasitas 5.200 liter, laptop, proyektor, serta perlengkapan lain yang diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Dalam kegiatan yang sama, Bupati meresmikan sumur bor beserta panel surya yang akan menjadi sumber energi bagi sistem penyediaan air bersih di desa tersebut. Pemerintah berharap fasilitas itu dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap layanan dasar di wilayah pedesaan, terutama penyediaan air bersih yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan BRI, Yayasan Brikasih, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas Katolik Weetabula, unsur gereja, kepala sekolah, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Kobus Tena

Saat ini belum ada komentar