Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pesta Keluarga Kudus, Ajakan Meneladani Hidup Keluarga Nazareth di Tengah Tantangan Zaman

Pesta Keluarga Kudus, Ajakan Meneladani Hidup Keluarga Nazareth di Tengah Tantangan Zaman

  • account_circle Hans Wea
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lintas Sumba – Gereja Katolik memperingati Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf sebagai momentum refleksi bagi keluarga Kristen untuk kembali meneguhkan peran keluarga sebagai dasar kehidupan iman, kasih, dan kebajikan.

Perayaan ini menegaskan bahwa kekudusan tidak hanya lahir dari hal-hal besar, tetapi justru tumbuh dalam kesetiaan menjalani kehidupan sehari-hari yang sederhana, penuh pengorbanan, dan dilandasi iman kepada Allah.

Keluarga Kudus dari Nazareth dipandang sebagai teladan utama kehidupan keluarga yang harmonis. Di tengah keterbatasan dan berbagai kesulitanbmulai dari kemiskinan hingga pengalaman sebagai pengungsi Yesus, Maria, dan Yusuf tetap hidup dalam kasih, ketaatan, serta kepercayaan penuh kepada kehendak Allah. Teladan ini menjadi pesan kuat bahwa setiap keluarga, dalam situasi apa pun, dipanggil untuk hidup kudus.

Makna penting dari perayaan ini juga terlihat dalam konsep keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica). Keluarga menjadi tempat pertama iman diperkenalkan, doa diajarkan, serta nilai-nilai Kristiani ditanamkan. Dalam keluarga, anak-anak belajar tentang kasih, pengampunan, tanggung jawab, dan kepercayaan kepada Tuhan melalui teladan nyata orang tua.

Selain itu, Pesta Keluarga Kudus mengingatkan peran setiap anggota keluarga sebagaimana ditegaskan dalam Kitab Suci (Kolose 3:18–21): ayah dipanggil menjadi pemimpin dan teladan iman, ibu menjadi sumber kasih dan penghiburan, sementara anak-anak diajak untuk hidup dalam ketaatan dan hormat. Keselarasan peran inilah yang membangun keharmonisan dan keteguhan iman dalam keluarga.

Di tengah realitas keluarga modern yang menghadapi berbagai tantangan tekanan ekonomi, kesibukan kerja, arus digitalisasi, hingga krisis relasi perayaan ini menjadi ajakan konkret untuk kembali meneladani kehidupan Keluarga Nazareth. Keluarga diajak menghidupkan sikap rendah hati, kesabaran, dan saling pengertian, serta menjadikan doa bersama sebagai pusat kehidupan keluarga.

Meneladani Keluarga Kudus berarti berani meluangkan waktu untuk kebersamaan, membangun komunikasi yang jujur dan penuh kasih, serta menghadapi setiap persoalan dengan iman dan pengharapan kepada Allah. Dengan demikian, keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal bersama, tetapi sungguh menjadi ruang hadirnya kasih Allah yang nyata.

Melalui Pesta Keluarga Kudus, Gereja mengajak seluruh keluarga Kristen untuk memperbaharui komitmen hidup berkeluarga, menjadikan rumah sebagai sumber iman dan kasih, serta menghadirkan terang Keluarga Nazareth di tengah dunia modern yang terus berubah.***

 

  • Penulis: Hans Wea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR RI Dapil NTT II Ratu Wulla Talu (tengah) menghadiri Edukasi Penggunaan Obat Rasional Melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Aula Terbuka Ro'o Luwa - SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    SBD Gema Cermat Edukasi Penggunaan Obat Rasional, Ratu Wulla Talu: Semua Program Harus Berpihak Kepada Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Anggota DPR RI Dapil NTT II Ratu Wulla Talu (RWT) menghadiri Edukasi Penggunaan Obat Rasional Melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). kegiatan ini digelar di Aula Terbuka Ro’o Luwa, Jl. Kererobo, Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 28 Juni […]

  • Suasana Senja di Bukit Ngora Padoda

    Bukit Ngora Padoda, Surga Tersembunyi di Sumba Barat Daya

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 2Komentar

    LINTAS SUMBA – Di balik kemegahan Sumba terdapat Bukit Ngora Padoda, permata alam yang menanti untuk dijelajahi. Bukit ini menawarkan panorama tiada duanya yang membangkitkan ketenangan jiwa dan raga. Bukit Ngora Padoda adalah surga tersembunyi yang terletak di Desa Wee Pangali, Kec Kota Tambolaka, Kab Sumba Barat Daya (SBD), Prov Nusa Tenggara Timur (NTT). Keindahan […]

  • Calon Bupati Sumba Barat Daya Dr. Soleman Lende Dappa atau SLD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Dukungan Terhadap SLD untuk SBD 1 Semakin Menguat, Jumlah EKTP Dipastikan Melebihi Target

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dukungan terhadap Dr. Soleman Lende Dappa (SLD) sebagai bakal calon bupati Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam upayanya maju melalui jalur independen, jumlah dukungan dalam bentuk EKTP yang diperlukan telah melampaui ekspektasi. Awalnya, hanya belasan ribu EKTP yang terkumpul, namun kini telah mencapai […]

  • Ben Dalupe, Keluarga Aloysius Lede Bora, korban penyerangan brutal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya (SBD), saat Konferensi Pers, pada Selasa, 17 Juni 2025 sore. Ditikam Brutal dan Diisukan Persulit Dana BOS, Keluarga Angkat Bicara dan Ungkap Kondisi Terkini Korban (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Ditikam Brutal dan Diisukan Persulit Dana BOS, Keluarga Angkat Bicara dan Ungkap Kondisi Terkini Korban

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Insiden penikaman mengguncang Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Sumba Barat Daya (SBD), pada Senin, 16 Juni 2025 siang. Seorang pegawai, Aloysius Lede Bora (46), menjadi korban penyerangan brutal di ruang kerjanya sekitar pukul 13.00 WITA. Korban yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kurikulum Bidang SD ditikam dua kali oleh Emanuel […]

  • Kompetisi tari modern "Dance Competition Manyala Kaka" di Lippo Plaza, Kota Kupang (TIM/Lintas Sumba)

    Dance Competition Manyala Kaka: Tari Anak Muda Guncang Kota Kupang

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kompetisi tari modern “Dance Competition Manyala Kaka!” sukses digelar di Lippo Plaza, Kota Kupang, pada Sabtu malam pekan lalu. Acara ini menjadi ajang bagi para penari muda dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menunjukkan bakat terbaik mereka di depan ratusan penonton. Ketua panitia, Rosalina Christin Bessi, menyampaikan bahwa event […]

  • Solusi Tepat untuk Kesejahteraan Nelayan, Petani, dan Peternak NTT, Hanura: Ansy dan Jane (TIM/Lintas Sumba)

    Solusi Tepat untuk Kesejahteraan Nelayan, Petani, dan Peternak NTT, Hanura: Ansy dan Jane

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Partai Hanura Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Yohanes Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto dalam Pilgub 2024. Hanura menganggap pasangan ini memiliki integritas, rekam jejak yang baik, dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat, terutama di sektor-sektor vital seperti perikanan (nelayan), pertanian, dan […]

expand_less