Tujuh makanan tersebut hanya sebagian kecil dari kekayaan kuliner yang dimiliki NTT.
Se’i dan jagung bose memperlihatkan kuatnya tradisi pangan masyarakat Timor. Di Flores, ada kolo dari Manggarai dan muku loto dari Nagekeo. Sementara itu, jagung titi menjadi bagian penting dari identitas pangan masyarakat Lamaholot di Flores Timur dan wilayah sekitarnya.
Setiap makanan memiliki bahan, cara pengolahan dan cerita yang berbeda. Sebagian bahkan tidak hanya disajikan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga hadir dalam acara adat dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, mencicipi makanan khas NTT bukan sekadar menikmati hidangan. Di balik setiap piring terdapat tradisi, bahan pangan lokal dan cerita masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke NTT, kuliner tradisional tersebut tentu layak menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal lebih dekat kekayaan daerah ini.***


Tinggalkan Balasan