Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tragedi di Ngada dan Gugurnya Sila Kelima

Tragedi di Ngada dan Gugurnya Sila Kelima

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Peristiwa bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada bukan sekadar tragedi keluarga. Peristiwa ini adalah tamparan keras bagi negara.

Di balik kisah seorang anak yang tak mampu membeli buku dan pulpen, tersingkap kegagalan kolektif menjalankan Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila kelima seharusnya menjadi jaminan bahwa tak ada satu pun warga negara, apalagi anak-anak, yang tertinggal dari hak dasar pendidikan.

Namun fakta di Ngada menunjukkan sebaliknya. Seorang siswa SD, pada usia yang semestinya dipenuhi harapan dan perlindungan, justru merasa hidupnya buntu karena kemiskinan.

Jika keadilan sosial benar-benar hadir, tragedi semacam ini tak akan terjadi.

Negara sering mengklaim pendidikan gratis. Namun realitas di lapangan berkata lain. Buku, alat tulis, seragam, hingga biaya yang juga tidak resmi masih menjadi beban keluarga miskin.

Ketika akses pendidikan masih ditentukan oleh kemampuan ekonomi, maka sila kelima bukan hanya tak berjalan, ia telah kehilangan makna.

Lebih menyedihkan lagi, kegagalan ini terjadi secara sistemik. Program bantuan pendidikan ada, anggaran dikucurkan, jargon terus diulang. Tetapi semua itu runtuh ketika seorang anak SD merasa dirinya tak punya pilihan selain mengakhiri hidup.

Di titik ini, Pancasila tak lagi hadir sebagai nilai hidup, melainkan sekadar teks upacara.

Tragedi Ngada juga membuka jurang empati negara. Di mana peran sekolah, pemerintah desa, dinas pendidikan, hingga negara yang mengaku hadir sampai pelosok?

Jika satu anak bisa luput dari pengawasan hingga memilih kematian, maka yang gagal bukan individunya, melainkan sistem.

Sila kelima menuntut keadilan yang nyata, bukan simbolik. Ia menuntut keberpihakan pada yang paling lemah, bukan sekadar laporan serapan anggaran.

  • Penulis: Johan Sogara
  • Editor: Lintas Sumba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Staf sekretariat Dinas P dan K SBD, Catherina Rambu Kapu Horo, saat menjelaskan soal tunjangan guru kepada Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bupati SBD Dianggap Zalim, Guru: Justru Itu yang Keliru!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tunjangan guru yang tak kunjung cair memicu kemarahan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Ia meluapkan kekesalannya saat inspeksi mendadak ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), pada Selasa, 1 Juli 2024 siang. Bupati turun langsung setelah menerima keluhan berulang dari guru-guru yang belum menerima hak mereka. Saat […]

  • Socrates

    Socrates Dimusuhi Pengikut Dewa dan Tuhan, Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Socrates adalah seorang filsuf dari Yunani. Ia hidup pada masa Yunani klasik dan merupakan filsuf pemikir antroposentrisme. Pemikiran filsafatnya bertujuan mengenal manusia dan alam semesta melalui teori. Yang paling terutama dari pemikirannya adalah tentang hakihat dari manusia. Socrates mengubah perhatian filsafat dari filsafat alam menjadi filsafat manusia. Pendekatan yang dilakukannya ialah pendekatan […]

  • Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, saat meninjau langsung pelaksanaan layanan CKG di Puskesmas Lendiwacu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah (@melkilakalena.official/Instagram/Lintas Sumba)

    Tinjau Program CKG di Sumba Tengah, Gubernur NTT: Ini Hak Setiap Warga!

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Seluruh elemen pemerintah daerah, mulai dari kepala desa/lurah hingga camat dan bupati, harus aktif menyosialisasikan manfaat Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat. Perluasan informasi dan akses terhadap program kesehatan ini sangat penting. Demikian ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, saat meninjau langsung pelaksanaan layanan CKG di Puskesmas Lendiwacu, Kecamatan Umbu […]

  • Tangkap layar live facebook saat Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sumba Barat Daya Ratu Wulla dan Angga Kaka mengimbau masyarakat pasca putusan MK (@Ratu Wulla Talu/Facebook/Lintas Sumba)

    Ratu Wulla dan Angga Kaka Imbau Masyarakat SBD Sambut Pelantikan dengan Damai

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati dan Wakil Bupati terpilih Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonu Wulla (Ratu Wulla) dan Dominikus A. R. Kaka (Angga Kaka) mengimbau masyarakat untuk menyambut pelantikan dengan damai. Hal ini disampaikan pasca Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten SBD Tahun 2024 dalam sidang […]

  • Insan pers yang tergabung dalam Pewarta SBD datangi Mapolres Sumba Barat Daya (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Oknum JD Diduga Buat Onar, Pewarta SBD Datangi Polres Sumba Barat Daya

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sejumlah insan pers yang tergabung dalam Pewarta SBD mendatangi Mapolres Sumba Barat Daya (SBD) pada Jumat, 19 Juli 2024. Kedatangan mereka diterima oleh Kanit SPKT Iksan, beserta sejumlah anggota Polres yang sedang bertugas. Kunjungan ini bertujuan untuk berkonsultasi dan melaporkan keberadaan oknum yang mengatasnamakan wartawan, JD, yang dinilai cukup meresahkan. Menurut Frengky […]

  • Pupuk Non Organik

    Petani Wajib Tahu! Bahaya Menggunakan Pupuk Non Organik: Sumber Penyakit dan Hama

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penggunaan pupuk non organik atau kimia seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pupuk ini merupakan pupuk buatan dan pupuk alam yang terbuat dari bahan kimia, seperti Pupuk Urea, Pupuk ZA, Pupuk NPK, Pupuk TSP, dll. Berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan penggunaan pupuk non organik, rangkuman lintassumba.com: […]

expand_less