Ansy Lema Gandeng Jane Natalia Suryanto: Bukti Nyata Perempuan Bukan Sekadar Pendukung
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
- comment 2 komentar
- print Cetak

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (Kanan) Ansy Lema, bersama seorang mama (TIM/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gerakan “Mama Bantu Mama” menawarkan harapan, tetapi juga mengingatkan bahwa upaya ini membutuhkan komitmen dan tindakan nyata.
“Kultur patriarki dalam struktur masyarakat di Nusa Tenggara Timur belum sepenuhnya memberi ruang yang setara dan berkeadilan bagi kaum perempuan NTT,” ujar Ansy lagi.
Ini bukan sekadar retorika politik atau alat untuk meraih suara, tetapi langkah konkret menuju masa depan yang lebih berkeadilan gender.
Kolaborasi antarperempuan harus menjadi kekuatan yang menggerakkan perubahan sosial, ekonomi, dan politik di NTT.
“Karena itu saya meletakkan wakil gubernur ini seorang perempuan. Saya berharap, Kaka Jane akan menjadi mama bagi masyarakat NTT. Bagi mama-mama, Mama Tolong Mama, Perempuan Tolong Perempuan,” tutur Ansy.
Jika inisiatif ini dapat dijalankan dengan baik, maka NTT bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, bahwa perempuan bukan hanya bagian dari masyarakat yang perlu dibantu, tetapi juga motor penggerak perubahan itu sendiri.
Ansy-Jane dan gerakan “Mama Bantu Mama” adalah simbol perjuangan, dan keberhasilan yang akan menjadi tolok ukur seberapa serius NTT, dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang nyata.***
- Penulis: Johan Sogara

Sepakat dengan Kaka Ansy dan Kaka Jane, kami kaum perempuan tidak boleh dianggap sebelah mata. Manyala Kaka
23 September 2024 12:13Setuju Kaka…
23 September 2024 12:15