Ayodhia Kalake Resmikan Alat Kateterisasi Jantung di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Sudah Bisa Pakai BPJS
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 11 Mar 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pj. Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, meresmikan alat kesehatan Kateterisasi Jantung yang ditandai dengan pemotongan pita di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Kota Kupang (Yosi Hoely/Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Angka ini tentunya akan menjadi jauh lebih besar jika diakumulasi dengan kasus-kasus serupa yang terjadi pada seluruh Rumah Sakit di seluruh NTT,” ungkapnya.
Menurut Pj. Gubernur NTT, dibutuhkan tindakan penanganan penyakit jantung yang khusus dan komprehensif.
Selama ini, penderita penyakit jantung dari NTT yang memilih untuk melakukan perawatan dan pengobatan ke luar daerah terutama karena belum tersedianya pelayanan Katerisasi jantung dengan sumber pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan hadirnya alat dan pelayanan ini, Ayodhia berharap, kebutuhan masyarakat NTT terutama para penderita penyakit jantung dan penekanan angka kematian akibat penyakit jantung pun terjawab.
“Dengan adanya alat ini para penderita penyakit jantung tak perlu lagi mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu yang banyak karena harus dirujuk ke luar NTT,” terangnya.
Diketahui, peralatan kateterisasi jantung yang dimiliki RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini merupakan satu-satunya alat kateterisasi di NTT berjenis Biplane.
Secara teknis, alat tersebut lebih mudah digunakan dalam proses diagnosis maupun tindakan, baik pada kasus jantung coroner maupun kasus jantung bawaan dan pediatri atau anak-anak. Tentu saja dari sisi hasil diharapakan bisa lebih baik.
“Dari skema pembiayaan dengan JKN untuk pelayanan PIC ini juga tentunya sangat membantu masyarakat. Saya berharap BPJS Kesehatan sebagai pelaksana teknis JKN dapat mendukung secara penuh pelayanan kateterisasi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini sehingga memudahkan masyarakat NTT khususnya para penderita penyakit jantung yang membutuhkan penanganan yang cepat dan komprehensif,” imbuhnya.
Pj. Gunernur NTT itu juga mengatakan, adanya alat ini tentunya tidak akan bermanfaat banyak bila tidak didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar