Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Nenek Buta Ini jadi Tersangka Usai Dilaporkan Istri Polisi, Kinerja Oknum Penyidik Disorot

Nenek Buta Ini jadi Tersangka Usai Dilaporkan Istri Polisi, Kinerja Oknum Penyidik Disorot

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Seorang nenek buta bernama Bahriyah (61) menjadi viral dan mengguncang jagad maya.

Bagaimana tidak, lansia itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan tanah di Polres Pamekasan, Polda Jawa Timur.

Kasus tersebut juga dinilai sangat janggal dan terindikasi kuat adanya ketidakberesan dalam proses hukum yang sedang ditangani oleh Pihak Kepolisian Pamekasan.

Diketahui, Bahriyah merupakan warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Bahriyah adalah pemilik sah tanah sesuai Leter C Nomor 2208, Blok IIa, Kelas V Luas 0,223 da berdasarkan bukti sertifikat dan bukti pendukung lainnya. Bahkan, dirinya terus menerus membayar pajak bangunan sejak mendapat hibah dari orang tuanya.

Namun celakanya, nenek tua yang kesehariannya hanya meraba-raba dan tak berdaya tersebut, kini jadi korban dugaan kriminalisasi oknum penyidik Polres Pamekasan, dan dijadikan tersangka pada Minggu, 24 Maret 2024.

Lantas, usai kasus lansia buta jadi tersangka viral, dengan penuh bangga seorang Suhartatik (Titik) yang adalah istri Polisi membuat status WhatsApp.

“Adoww banyak yang komen kok sekarang viral di tiktok gitu,” tulis Titik, dikutip dari media detikzone.com, pada Senin, 25 Maret 2024.

“Gak apa-apa saya viral di tiktok, ku dijelek jelekkan monggo dengan senang hati, tapi Allah maha adil kan, suatu saat kebenaran bakalan terungkap. Jangan tanya kenapa kok saya viral di tiktok ya, saya gak bakalan menjawab, la ngok congok dibik, apakah watakku seperti itu, orang yang dekat dan tahu karakter aku itulah jawabnya, titik itu Seperti apa,” lanjut ibu Bhayangkari itu.

Berkenan dengan kasus nenek tua buta ini, Praktisi Hukum A. Effendi, turut memberikan sentilan kritik.

Ia menyebut, oknum penyidik terlalu buru-buru dalam menetapkan Bahriyah sebagai tersangka. Bahkan, terkesan tidak punya otak dan tidak punya hati nurani.

“Oknum penyidik yang mentersangkakan nenek buta pemilik tanah tersebut terkesan tidak punya otak karena saya menduga lebih mementingkan teman se-Profesinya dari pada asas keadilan,” sebutnya.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tensi Naik? Turunkan dengan Cokelat Hitam

    Tensi Naik? Turunkan dengan Cokelat Hitam

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Cokelat hitam menjadi semakin terkenal karena mengandung banyak gizi dan zat antioksidan. Studi menunjukkan bahwa memakan cokelat hitam dapat mengurangi risiko penyakit hipertensi dan pembekuan darah di pembuluh darah. Dalam sebuah studi yang baru diterbitkan di Nature Scientific Reports, peneliti telah melihat bagaimana mengonsumsi cokelat hitam dapat berdampak pada risiko terkena 12 […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat penegasan kembali tapal batas Desa Weri Lolo dan Wee Kura (Johan Sogara/Lintas Sumba) 7:26 Play Button

    Penegasan Kembali Tapal Batas Administratif Desa Wee Kura dan Desa Weri Lolo

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan kembali tapal batas administratif antara Desa Wee Kura dan Desa Weri Lolo. Penegasan itu disampaikan dalam kunjungan ke Wee Waira, wilayah perbatasan dua desa di Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan, pada Jumat, 10 Oktober 2025. Bupati menekankan, batas administratif berbeda dengan […]

  • Gambar Ilustrasi. Korban TPPO yang sedang membaca pesan penipuan di ponsel dengan ekspresi khawatir, dan seorang polisi dari Polda NTT yang berdiri dengan tegas di samping seorang korban yang tampak lemah (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Soal TPPO, Begini Imbauan Wamen P2MI dan Polda NTT

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan iklan lowongan kerja (loker) yang marak beredar di media sosial. Hal ini disampaikannya kepada awak media di Yogyakarta, pada Senin, 9 Desember 2024. Menurut Christina, banyak anak muda tergiur oleh tawaran bekerja di luar negeri […]

  • Ketua DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Rudolf Radu Holo, Ingatkan Pentingnya Hasil BANMUS (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Agenda Bupati dan DPRD Bentrok, Ketua DPRD SBD Ingatkan Pentingnya Hasil BANMUS

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) diingatkan untuk mematuhi jadwal bersama yang telah disepakati dalam Rapat Badan Musyawarah (BANMUS) DPRD. Peringatan itu disampaikan Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo, dalam Sidang Paripurna XVII Masa Sidang II, pada Jumat, 8 Agustus 2025. Ia menegaskan seluruh agenda Bupati harus selaras dengan jadwal DPRD […]

  • Irhamsyah, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat terima penghargaan dari Kepala RRI Meulaboh, Weny Zilianti (Muhibbul Jamil/Lintas Sumba)

    Irhamsyah Dinobatkan sebagai Reporter Terbaik RRI Meulaboh

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Irhamsyah, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat, resmi dinobatkan sebagai reporter terbaik RRI Meulaboh berkat produktivitas liputannya. Penghargaan diserahkan langsung Kepala RRI Meulaboh, Weny Zilianti, di halaman kantor RRI Pasi Jambu, pada Rabu, 27 Agustus 2025. Prestasi tersebut diraih karena capaian produksi berita Irhamsyah mencapai 130 persen. Angka itu melampaui standar […]

  • Keterlambatan pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi guru non-sertifikasi di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) memang bukan hal baru.

    Tamsil 9 Bulan di SBD Belum Dibayar, Dinas Klaim Belum Ada Dana?

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Keterlambatan pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi guru non-sertifikasi di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) memang bukan hal baru. Kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk triwulan II, III, dan IV tahun 2024 belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) setempat. Hingga kini, tunjangan tersebut […]

expand_less