Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Nenek Buta Ini jadi Tersangka Usai Dilaporkan Istri Polisi, Kinerja Oknum Penyidik Disorot

Nenek Buta Ini jadi Tersangka Usai Dilaporkan Istri Polisi, Kinerja Oknum Penyidik Disorot

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurut pria berambut gondrong ini, penetapan tersangka tehadap nenek buta justru akan berbuntut panjang dan akan jadi bumerang untuk penyidiknya sendiri.

“Penyidik tidak boleh semena-mena dalam menentukan pasal apalagi menetapkan orang sebagai tersangka. Penyidik juga harus mempelajari berkas berkas dari terlapor dan data data lainnya,” katanya.

“Juga harus di pahami, Penyidik itu tidak boleh bodoh. Penyidik harus pandai dan banyak belajar lagi tentang UU. Jangan serta- merta karena pelapor  memiliki sertifikat kemudian nenek buta tersebut dijadikan sebagai tersangka. Penyidik harus  jeli dan hati-hati. Pahami itu,” kata Effendi lagi.

Ia juga mempertanyakan apakah penyidik sudah meneliti asal muasal sertifikat itu seperti apa dan bagaimana. Sementara, kata dia, Leter C jelas-jelas atas orang tua si nenek.

“Bagaimana bisa kemudian muncul sertifikat yang disiapkan oleh Ibu Bhayangkari tersebut? Nah sertifikat tersebut apakah didapat sesuai prosedural atau tidak,” tanya Effendi.

Dia pun menegaskan, bahwa saat ini banyak oknum penyidik yang tidak memiliki sertifikat kepenyidikan.

“Makanya tidak banyak penyidik yang paham akan UU.apa lagi pelapornya seorang Bayangkari Pasti sedikit banyak dugaan saya  penyidik akan berpihak karena saya pikir temannya seorang polisi dan pelapornya adalah istri dari si temannya,” tukasnya.

Pendiri Lidik Hukum dan HAM ini menduga ada keberpihakan dan kelengahan penyidik dalam menetapkan tersangka terhadap nenek tua tak berdosa tersebut.

“Saya rasa, penyidik Polres Pamekasan terlalu gegabah dan  terburu buru dalam penetapan tersangka nenek buta. Dan Itu akan menjadi bumerang terhadap penyidik sendiri karena masyarakat luas pastinya tidak akan tinggal diam terhadap persoalan seperti ini. Apalagi ini sudah viral,” tandasnya.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Thomas Tanggu Dendo (kanan) dan Yulius Bora (kiri), saat ditemui wartawan usai pelantikan Ketua Dekranasda dan PKK SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    DPRD SBD Dukung Penuh Dekranasda dan PKK, Siap Dongkrak UMKM dan Produk Lokal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    “Anggaran memang diperlukan, tetapi kesiapan kita untuk menyalurkannya juga harus diperhitungkan secara matang,” jelasnya. Dia juga menyatakan bahwa perhatian terhadap UMKM di SBD masih perlu ditingkatkan agar sektor ini dapat berkembang lebih pesat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kami akan berusaha memaksimalkan dukungan untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam berwirausaha,” tambahnya. Dukungan DPRD tidak hanya […]

  • Foto Surat Keterangan Orang Hilang, atas nama Fransiska Maria Rostika, yang diterbitkan oleh Polres TTU (TIM/Lintas Sumba)

    Tinggalkan Rumah Tanpa Jejak, Mahasiswi 18 Tahun Asal TTU Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Seorang mahasiswi bernama Fransiska Maria Rostika Bota (18) dilaporkan hilang dari rumahnya di Maumolo, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sejak 5 November 2024. Ibunya, Theresia Kolo Nggadas (61), melaporkan kehilangan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTU pada Selasa, 12 November 2024, sekitar pukul 11:00 […]

  • Fransiscus Go disambut dengan tutur adat dan dikenakan selendang songke (selendang), Bila (Topi Songke) dan robo yang berisi tuak oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat Manggarai (TIM/Lintas Sumba)

    Fransiscus Go Roadshow ke Flores, Ketua Tim Media: Ada Tiga Titik

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Menurut Robert, dalam setiap pertemuan dengan komunitas masyarakat dan tokoh adat serta tokoh agama di setiap titik kegiatan, Fransiscus Go tidak mengatakan tentang kemungkinan dirinya maju sebagai Calon Gubernur NTT pada Pilkada Gubernur NTT tahun 2024. Fransiscus Go hanya memperkenalkan atau sosialisasi diri kepada masyarakat. “Meski demikian, masyarakat dan tokoh adat serta tokoh agama yang […]

  • Air Terjun Wee Kacura, Tempat Wisata Terkeren di Planet Bumi

    Air Terjun Wee Kacura, Tempat Wisata Terkeren di Planet Bumi

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Saat musim hujan sawahnya menghijau namun airnya akan berwarna coklat. Sedangkan disaat musim kemarau airnya akan terlihat jernih kebiruan. “Mari berkunjung teman, salam dari tanah Marapu Sumba Island,” imbuh El Asamau.*** Sumber: Facebook, @El Asamau

  • KPU dan Bawaslu Sumba Barat Daya dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (@dkpp_ri/Instagram/Lintas Sumba)

    Kontroversi Pemilu di Kabupaten Sumba Barat Daya: KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kabar mengejutkan mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dilaporkannya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan tersebut, yang terdaftar dengan nomor 141/P/L-DKPP/V/2024, diajukan oleh Emanuel Eka terhadap sejumlah pejabat KPU dan Bawaslu SBD. Pejabat yang dilaporkan […]

  • Gambar Ilustrasi. Proyek pendidikan yang gagal dan akhirnya gedung itu terbengkalai (Roderick Qiu/Pixabay/Lintas Sumba)

    Dampak Fatal Mangkraknya Proyek Pendidikan bagi Masa Depan Daerah

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Ketika kualitas pendidikan rendah, daerah tersebut sulit bersaing, baik di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa proyek pendidikan berjalan sesuai rencana. Pengawasan yang lebih ketat, pembayaran gaji pekerja tepat waktu, dan pengelolaan yang transparan sangat penting untuk mencegah mangkraknya proyek. Jika proyek […]

expand_less