Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Diduga Melanggar Hak Paten, Google Dituntut Ganti Rugi Sekitar Rp30 triliun

Diduga Melanggar Hak Paten, Google Dituntut Ganti Rugi Sekitar Rp30 triliun

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Pihak Google membantah klaim seorang ahli komputer tentang pelanggaran hak paten.

Google dituntut harus membayar sekitar Rp30 triliun atau 1,67 miliar dolar AS saat sidang di hadapan juri federal di Boston, Amerika Serikat, pada Selasa, 09 Januari 2024.

Diketahui, tuntutan tersebut dilayangkan karena diduga melanggar hak paten yang mencakup penggunaan prosesor untuk menggerakkan teknologi kecerdasan buatan dalam produk Google.

Seorang pengacara Kerry Timbers, yang mewakili perusahaan Singular Computing,  yang didirikan oleh  seorang Ilmuwan Komputer yang berkantor di Massachusetts, Joseph Bates, mengungkap kepada juri bahwa Google melakukan penggandaan (meniru) teknologi Bates.

Menurutnya, ini terjadi setelah sering kali bertemu dengan Bates untuk membahas konsep-konsepnya dalam upaya memecahkan tantangan utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pasca Bates berbagi inovasi pengolahannya dengan Google dari 2010 hingga 2014, kata Timbers, Google secara diam-diam meniru teknologi yang telah dipatenkan oleh Bates daripada mengajukan lisensi, untuk mengembangkan chip pendukung AI mereka sendiri.

Dia juga mengatakan, bahwa Unit Pemrosesan Tensor Google mengintegrasikan inovasi Bates untuk memberikan dukungan pada fitur kecerdasan buatan di berbagai layanan Google seperti Google Penelusuran, Gmail, Terjemahan dan sejenisnya.

Sementara itu, email yang diambil dalam peristiwa ini mengungkapkan bahwa Jeff Dean, seorang kepala ilmuwan, berkomunikasi dengan rekan kerja mengenai kesesuaian ide Bates dengan proyek yang sedang dijalankan oleh Google.

“Melalui email Karyawan lain mengatakan ini sangat terkorupsi oleh ide-ide Joe,” kata Timbers kepada para juri dalam pernyataan pembukaannya.

“Kasus ini adalah tentang sesuatu yang kita semua pelajari sejak lama: menghormati orang lain, tidak mengambil apa yang bukan milik Anda, dan memberikan penghargaan pada saat yang seharusnya,” katanya lagi.

Robert Van Nest, pengacara Google, menyangkal tuduhan tersebut bahwa pihaknya yang bertanggung jawab merancang chip itu tidak pernah berinteraksi dengan Bates.

“Para karyawan itu merancang chip tersebut secara mandiri,” ujarnya.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan 50 meter ditanami bawang merah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Gampong Ladang, Aceh Barat (Muhibbul Jamil/Lintas Sumba)

    Dengan Bantuan UTU, KWT Gampong Ladang Semakin Mandiri: Lahan 50 Meter Ditanami Bawang Merah

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Gampong Ladang kembali melakukan penanaman bawang merah keempat kalinya di lahan 50 meter. Penanaman berlangsung di Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, pada Selasa, 26 Agustus 2025. Ketua KWT Gampong Ladang, Maryani, menyampaikan apresiasi kepada dosen Universitas Teuku Umar (UTU) yang mendampingi kegiatan pertanian kelompoknya. […]

  • Gambar Ilustrasi. Stigmata Padre Pio Menjadi Terang Kemuliaan Allah (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Stigmata Padre Pio Menjadi Terang Kemuliaan Allah

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.(Lukas 8:16-18). Belajar Tentang Panggilan Menjadi Terang Perumpaan tentang pelita mempunyai makna dan pesan sangat jelas untuk kita. Pelita […]

  • Pose Persiapan Lomba Balap Sepeda yang berlangsung di Jalan Sudirman Bundaran HI Jakarta (Istimewa/Lintas Sumba)

    Usai Balap Sepeda Sudirman Loop, Polri Harapkan Cetak Bibit Atlet Handal

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar acara Perlombaan Sepeda Zebra Bhayangkara Presisi Sudirman Loop 2024, Sabtu (13/7/2024). Acara ini mendapatkan antusias yang cukup besar dari masyarakat dan atlet sepeda. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, Sudirman Loop terakhir tersebut sudah diadakan sejak awal tahun 2000-an. Hal ini yang selama […]

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat memberikan amanat dalam apel gabungan di Kantor Bupati (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Aroma Menyengat di Kominfo dan OPD Lain, Wakil Bupati SBD: Perhatikan Toiletnya!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Sejak awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka, kebersihan kota menjadi salah satu program prioritas. Pekan lalu, keduanya turun langsung memantau pembersihan di berbagai titik, termasuk di kawasan BTN. Namun, Wakil Bupati menekankan bahwa upaya ini harus terus dilakukan setiap […]

  • Ini Alat Masak yang Paling Aman Digunakan

    Ini Alat Masak yang Paling Aman Digunakan

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Orang-orang disarankan untuk memilih alat masak yang aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Kemudian, seperti apa bahani yang direkomendasikan? Jim Perko dari Cleveland Clinic Center for Integrative and Lifestyle Medicine menjelaskan bahwa dalam hal peralatan memasak yang sehat dan aman secara teknis, pilihan terbaik bukanlah keramik atau bahan PTFE yang sering dikaitkan […]

  • Ansy Lema, saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, mengatakan bahwa Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah (TIM /Lintas Sumba)

    Pariwisata NTT Maju, Budaya Asli Tidak Hilang? Begini Cara Ansy Lema

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah. Konsep ini akan memastikan agar komunitas adat tidak tersingkir oleh perkembangan pariwisata berskala besar. Yohanis Fransiskus Lema, menyampaikan pandangannya itu saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, baru-baru ini. “Kita perlu mengedepankan pariwisata berbasis […]

expand_less