Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kejari Sumba Barat Dukung Penuh Penegakan Hukum Tindak Pidana Perkarantinaan

Kejari Sumba Barat Dukung Penuh Penegakan Hukum Tindak Pidana Perkarantinaan

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Barat menyatakan komitmen mereka dalam mendukung penegakan hukum terkait tindak pidana perkarantinaan.

Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Sumba Barat, Tommy Harizon, saat Sosialisasi Perkarantinaan Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang digelar di Ela Hotel, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Jumat, 15 November 2024.

Menurutnya, hal ini dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi kejaksaan sebagai penuntut umum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Dalam tindak pidana perkarantinaan, proses penyelesaian hukum dilakukan melalui beberapa tahapan,” ungkapnya.

Tahap pertama, kata dia, pemeriksaan berkas perkara dilakukan oleh penuntut umum. Jika berkas dinyatakan belum lengkap, penuntut umum akan mengembalikannya kepada penyidik untuk dilengkapi.

“Setelah dinyatakan lengkap, kejaksaan akan mengeluarkan surat P-21, dan tahap selanjutnya adalah penyerahan tersangka serta barang bukti ke penuntut umum,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Tommy, Pada tahap penuntutan, kejaksaan menyusun dakwaan berdasarkan bukti dan unsur pasal terkait.

“Nanti, kasus kemudian dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan hingga pelaksanaan eksekusi putusan hakim,” jelasnya.

Dengan dukungan penuh kejaksaan, diharapkan penegakan hukum tindak pidana perkarantinaan dapat berjalan lancar dan sesuai prosedur.***

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Non Organik

    Petani Wajib Tahu! Bahaya Menggunakan Pupuk Non Organik: Sumber Penyakit dan Hama

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penggunaan pupuk non organik atau kimia seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pupuk ini merupakan pupuk buatan dan pupuk alam yang terbuat dari bahan kimia, seperti Pupuk Urea, Pupuk ZA, Pupuk NPK, Pupuk TSP, dll. Berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan penggunaan pupuk non organik, rangkuman lintassumba.com: […]

  • Gubernur NTT, Melki Laka Lena, didampingi Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, dan sejumlah pejabat penting lainnya, saat berkunjung ke Sumba Hospitality Foundation (SHF) (@melkilakalena.official/Instagram/Lintas Sumba)

    Kunjungi SHF, Melki Laka Lena Dapat Pesan Ini dari Generasi Pariwisata Sumba

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sehabis dari Sumba Barat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Minggu, 6 April 2025. Agenda pertama yang dikunjungi adalah Sumba Hospitality Foundation (SHF) yang berlokasi di Karuni, Kecamatan Loura. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Bupati […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete saat memberikan tanggapan terkait Alun-Alun Kota Tambolaka

    Walau Sudah Habiskan 3 M, Bupati SBD: Semoga Ada Alokasi Anggaran Tambahan

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Alun-Alun Kota Tambolaka telah lama menjadi tempat berkumpul dan bersantai bagi masyarakat Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). Alun-alun ini menjadi pusat perhatian pengunjung karena berada di Lapangan Galatama, Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka. Tempat tersebut menjadi sorotan usai viral berita terkait kondisinya yang masih terkesan kotor dengan cat […]

  • Bantah Persulit Pencairan Dana Sumur Bor, Kadis Pertanian SBD, Yohanis Frin Tuka bahwa itu untuk kebaikan Petani, soal sumur bor

    Bantah Persulit Pencairan Dana Sumur Bor, Kadis Pertanian SBD: Kami Mau yang Terbaik untuk Petani!

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) membantah tudingan sejumlah kelompok tani yang menilai proses pencairan dana tahap dua proyek sumur bor Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 senilai Rp300 juta berjalan lambat. Kepala Dinas (Kadis) Pertanian SBD, Yohanis Frin Tuka, menyatakan tidak ada intervensi maupun niat menghambat kelompok tani. Ia menilai keluhan […]

  • PT Pegadaian Cabang waitabula giat pembagian sembako pada nasabah dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024 (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, PT Pegadaian Cabang Waitabula Berbagi Berkah

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Menyongsong hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024, PT Pegadaian Cabang Waitabula menggelar kegiatan sosial dengan giat pembagian sembako kepada nasabah. Inisiatif ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam berbagi kebahagiaan dan meringankan beban sesama di tengah-tengah suasana yang penuh berkah. “Iya betul. Kami bagi sembako berupa beras lima kilo gram dan […]

  • Angin Puting Beliung Hantam SBD, Rumah Warga Runtuh Hingga Kabel Berserakan di Jalanan

    Angin Puting Beliung Hantam SBD, Rumah Warga Runtuh Hingga Kabel Berserakan di Jalanan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Angin puting beliung menghantam Kampung Langata, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya (SBD) pada Senin, (08/12/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. Dalam hitungan detik, angin yang berputar ganas itu menguncang kepanikan besar bagi warga dan menyebapkan puluhan rumah roboh. Berdasarkan siaran langsung Thomas Dona dalam akun Facebook-nya menunjukan bagaimana kampung mereka porak-poranda, […]

expand_less