Kembalikan Makna Budaya, Hentikan Pemborosan: DPRD SBD Godok Ranperda Pesta Adat di Wewewa Selatan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPRD SBD Dapil III Workshop penyusunan Ranperda Inisiatif tentang Pengaturan Pelaksanaan Pesta Adat di Wewewa Selatan (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD SBD, Octavianus Dapa Talu, menegaskan bahwa workshop ini digelar agar budaya kembali pada bentuk murni warisan nenek moyang.
Ia menyoroti praktik pesta adat yang menyimpang, seperti hewan kurban diganti motor, yang viral di media sosial. Menurutnya, itu merusak makna adat.
“Ini sudah sangat jauh dari makna pesta adat. Sudah jauh dari apa yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” tegasnya.
Politisi banteng moncong putih itu juga mengingatkan pentingnya menjaga keaslian busana adat. Ia mencontohkan masyarakat Kodi yang hingga kini konsisten masih mempertahankan cara berpakaian tradisional.
“Sampai saat ini yang masih pertahankan cara berbusananya yang asli itu dari Kodi. Dan itu luar biasa,” terangnya.
Octavianus juga menilai, pesta adat sering kali memicu pemborosan karena hewan kurban dibeli dari luar daerah, sehingga perputaran uang tidak terjadi di wilayah sendiri.
Dalam acara kedukaan, anggaran yang dihabiskan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Banyak keluarga harus berutang untuk memenuhi tuntutan pesta yang berlebihan.
Meski begitu, Octavianus menegaskan, bahwa sebenarnya budaya tidak membuat miskin. Yang membuat miskin, menurutnya, adalah cara pelaksanaan yang tidak terukur dan konsumtif, tanpa memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar