Masyarakat Sumba Gelar Aksi Pembakaran 73.000 Lilin, Ketua Umum Partai NasDem Wajib Dengar Ini
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aliansi Masyarakat Sumba Pejuang Demokrasi gelar aksi pembakaran 73.000 lilin sebagai bentuk penolakan pengunduran diri Ratu Nagdu Bonu Wulla sebagai Caleg Partai Nasdem Dapil NTT 2 terpilih (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Aliansi Masyarakat Sumba Pejuang Demokrasi gelar aksi pembakaran 73.000 lilin.
Aksi tersebut tepatnya berlangsung di Alun-Alun Kota Tambolaka, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT, pada Minggu, 17 Maret 2024.
Adapun tujuan dari aksi ini yaitu untuk menolak keputusan pengunduran diri Ratu Ngadu Bonu Wulla sebagai Caleg Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur (NTT) 2 terpilih.
Sang empunya gelar Kartini NTT inilah yang dipilih oleh rakyat dan memperoleh dukungan terbanyak dalam Pileg 14 Februari 2024 lalu.
Pengunduran Ratu Ngadu Bonu Wulla merupakan duka bagi masyarakat Sumba. Pasalnya, selama lima tahun terakhir, dirinya telah memberikan yang terbaik dalam tugasnya.
Diketahui, berita tentang pengunduran diri tersebut diumumkan melalui surat resmi oleh Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, yang kemudian disampaikan oleh seorang saksi partai Nasdem kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
“Kami mohon, surat pengunduran ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla yang telah diberikan kepada KPU RI segera dicabut kembali,” kata Koordinator Lapangan Anderias Bolo Dadi, saat ditemui awak media saat itu.
Ia berharap, sebelum penetapan pada Tanggal 20 Maret 2024 mendatang, informasi terkait surat pengunduran diri Istri Mantan Bupati SBD Markus Dairo Talu (MDT) ini telah dicabut.
“Sebelum penetapan pada tanggal 20 nanti, kami sudah dapatkan informasi bahwa surat pengunduran diri telah dicabut. Kami juga memohon kepada pimpinan partai agar mendengar aspirasi kami,” harapnya.
Andai kata usai penetapan KPU RI nanti, Ratu Ngadu Bonu Wulla tetap mengundurkan diri, kata Anderias dengan tegas, akan ada aksi yang lebih besar lagi.
“Kalau nanti penetapan KPU RI di tanggal 20 Maret itu ibu ratu tetap mengundurkan diri, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi supaya ibu ratu tetap ke Senayan,” tegasnya.
Bagi Masyarakat Sumba khususnya SBD, sosok Ratu Ngadu Bonu Wulla adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan.
Pantauan lintassumba.com, aksi pembakaran 73.000 lilin ini diawali dengan doa. Berbagai macam orasi pun di lakukan untuk menuntut Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh agar menarik kembali surat yang telah dikeluarkannya itu.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar