Fokus Ansy-Jane untuk Akar Rumput: Perempuan NTT Harus Tahu Hal Ini
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, saat menghadiri debat publik perdana (Tangkap layar YouTube KPU NTT/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto, menegaskan komitmen mereka untuk membangun NTT dari desa.
Komitmen membangun dari akar rumput ini diungkapkan Ansy Lema, sapaan akrabnya, dalam debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2024, di Millenium Ballroom, Kota Kupang, pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Desa akan menjadi pusat pembangunan ekonomi dan sosial di provinsi kepulauan ini. Karena itu, pemberdayaan perempuan pun akan menjadi perhatian khusus paslon nomor urut 1 tersebut.
“Pemerintah provinsi harus hadir sampai ke tingkat desa. Kami akan mendorong mama-mama, sehingga ada alokasi anggaran untuk perlindungan dan pemberdayaan perempuan desa,” ujar Ansy di hadapan para pendukung dan panelis.
Ia juga menekankan bahwa dengan memfokuskan pembangunan di tingkat desa, masyarakat langsung dapat merasakan manfaat dari program yang digagas.
Ansy Lema, yang sebelumnya menjadi anggota DPR RI di Komisi IV, mengusung pengalaman mendampingi petani sebagai salah satu dasar programnya.
Dirinya mengingini agar petani tidak hanya menanam dan menjual hasil panen, tetapi juga mengolahnya agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.
“Kami tidak hanya ingin petani menanam, memetik, lalu menjual. Kami ingin mereka menanam, memetik, mengolah, dan kemudian menjual sehingga nilai ekonominya bertambah,” tegasnya.
Alumnus SMA Katolik Syuradikara ini juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk pertanian guna memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat desa.
Pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Buruh, dan PBB.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar