Yusuf Bora Dorong Desa Kadi Wano Jadi Pilot Project Inklusi Disabilitas di SBD
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Yusuf Bora, saat dialog dengan Yayasan Harapan Sumba (YHS) di Pasola Hall Sinar Tambolaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Yusuf Bora, mendorong agar Desa Kadi Wano, Kecamatan Wewewa Timur, ditetapkan sebagai desa model inklusi berkelanjutan.
Dorongan itu disampaikan setelah Yusuf Bora mendapati fakta mengejutkan, terdapat 27 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di desa tersebut.
Menurutnya, penyandang disabilitas, termasuk ODGJ, wajib mendapat perhatian dan pemenuhan hak sebagai warga negara.
“Sebagai kader Partai Perindo, saya menegaskan komitmen kami untuk serius memperjuangkan hak-hak para penyandang disabilitas,” ujar Yusuf Bora, saat dialog dengan Yayasan Harapan Sumba (YHS) di Pasola Hall Sinar Tambolaka, Kota Tambolaka, pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Ia mengingatkan DPRD agar satu suara dalam menekan pemerintah lebih peduli terhadap kelompok disabilitas, khususnya ODDP di SBD.
“Harapan saya, seluruh fraksi mengambil satu kesimpulan bersama agar penyandang disabilitas ini lebih diprioritaskan,” tambahnya.
Politisi muda ini juga menilai program Dignity yang didampingi YHS di Desa Kadi Wano harus ditingkatkan menjadi pilot project desa inklusi kabupaten.
Selain isu disabilitas, Yusuf Bora menyinggung pertumbuhan sektor pariwisata yang dinilai belum memberi ruang bagi kaum difabel di SBD.
Ia mengusulkan setidaknya dua persen tenaga kerja pariwisata dialokasikan untuk penyandang disabilitas agar ikut merasakan manfaat pembangunan.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar