Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Punya Hotel dan Resto, KPK dan Dispenda SBD Sisir Yayasan Sumba Hospitality Terkait Pajak, Ternyata…

Punya Hotel dan Resto, KPK dan Dispenda SBD Sisir Yayasan Sumba Hospitality Terkait Pajak, Ternyata…

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Yayasan Sumba Hospitality, yang dikenal memiliki Hotel Maringi dan Resto Makan Doeloe di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) SBD.

Yayasan Sumba Hospitality disidak oleh tim gabungan yang terdiri dari perwakilan KPK RI, KPP Pratama Waingapu dan Waikabubak, serta pejabat dari Dispenda SBD, terkait ketidakpatuhan dalam membayar pajak.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan edukasi dan koordinasi kepada pengelola yayasan terkait kewajiban membayar pajak daerah.

Menurut informasi yang dihimpun, Yayasan Sumba Hospitality diketahui tidak membayar pajak sejak tahun 2016 meskipun memiliki usaha komersial seperti hotel dan restoran di dalam kompleks yayasan.

Veni, salah satu staf yayasan, mengakui bahwa hal ini berlangsung sejak manajemen sebelumnya di bawah pimpinan Dembta Bato.

“Saya baru masuk dan saya belum tahu soal itu. Saat itu masih dengan ibu Dempta. Berikutnya ini yayasan yang lebih fokus pada pendidikan non formal buat anak-anak Sumba,” ungkap Veni.

Kepala wilayah V KPK RI Dian Patria, menanggapi bahwa kehadiran usaha komersial seperti hotel dan restoran di dalam yayasan tersebut mengharuskan pembayaran pajak daerah.

“Jangan kita berdiri dibalik kata yayasan. Bisa-bisa semua orang bisnis buat begitu. Saya takutnya nanti jadi tempat pencucian uang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh I Made Wirawan dari KPP Pratama Waingapu, yang menegaskan bahwa meskipun yayasan memiliki tujuan sosial, namun keberadaan usaha komersial seperti hotel dan restoran tetap masuk dalam kategori objek pajak daerah.

Semua usaha, menurutnya, yang menghasilkan pendapatan harus memenuhi kewajiban perpajakan. Tidak bisa hanya mengatasnamakan yayasan untuk menghindari kewajiban tersebut.

“Misalnya satu kamar itu dihargai sejuta maka ditambah 10 persen untuk pajak supaya 1 juta ke yayasan dan Rp 100.000 ke pajak daerah. Poinnya ini pemotongan untuk membangun daerah,” jelasnya.

Beatrix Wadja Wadja, Kabid Pajak Daerah pada Bapenda SBD, menambahkan bahwa Yayasan Sumba Hospitality akan dikenakan pajak sebesar 10% dari pendapatan hotel dan restoran, serta 25% untuk pajak reklame.

Usai pertemuan, stiker peringatan yang berlogo KPK RI dipasang oleh pihak Bapenda SBD sebagai tindakan pertama terkait ketidakpatuhan tersebut.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba) 2:11 Play Button

    PART 4: PERTANIAN | Pemda Sumba Barat Daya akan Bagi 45 Unit Hand Traktor di HUT RI 2025

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) akan menyalurkan 45 unit hand traktor kepada kelompok tani. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah. Simak pernyataan lengkap Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla.***  

  • Kondisi terkini Proyek JUT di Desa Kabali Dana, Wewewa Barat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Proyek Rp300 Juta di Wewewa Barat Disorot, PPK Akui Ada Temuan di JUT

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengakui adanya temuan dalam proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat. Dari hasil monitoring, proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp300 juta ini menunjukkan beberapa permasalahan serius yang harus segera ditangani. Inspeksi dilakukan […]

  • 492 Catar Akpol saat mengikuti gladi bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi di Gedung D Kampus Universitas Dian Nuswantoro Kota Semarang (Istimewa/Lintas Sumba)

    Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi, 192 Catar Akpol Ikuti Gladi Bersih

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebanyak 492 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti gladi bersih tahapan Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi tingkat pusat. Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri menjelaskan tujuannya untuk memastikan seluruh peserta memahami secara utuh proses tes dengan metode Computer Assisted Test (CAT). “Kita gladi-kan. Cek rangkaian kegiatan mulai pergeseran calon […]

  • Dugaan Korupsi di Desa Walla Ndimu, Ketua Komisi I DPRD SBD Ingatkan Kades Soal APH

    Dugaan Korupsi di Desa Walla Ndimu, Ketua Komisi I DPRD SBD Ingatkan Kades Soal APH

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Walla Ndimu, Kecamatan Kodi Bangedo, menarik perhatian serius dari DPRD Sumba Barat Daya (SBD). Masyarakat sebelumnya melaporkan adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan dana desa, sehingga memicu respons dari pihak legislatif dan instansi terkait. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Gabungan dari Komisi I dan III DPRD SBD turun langsung […]

  • Kebakaran, puing-puing bangunan yang hangus terbakar dan reruntuhan rumah warga menunjukkan dahsyatnya kobaran api yang melanda Kampung Kahale, Harona Kalla (Prokopim Sumba Barat/Lintas Sumba)

    61 Jiwa di Sumba Kehilangan Tempat Tinggal, Pemerintah Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat Dra. Floury Rita Wuisan, mengunjungi korban kebakaran di Kampung Kahale, Desa Harona Kalla, Kecamatan Lamboya Barat, pada Senin, 7 Oktober 2024. Kebakaran besar yang menghancurkan sembilan rumah warga dan satu rumah adat itu menyebabkan 61 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dalam kunjungannya, Pjs Bupati memberikan bantuan dan […]

  • Leg Kedua Perempat Final Liga Champions, pada Rabu, 16 April 2024: Dortmund Vs Barcelona, Aston Villa Vs PSG (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Barcelona dan PSG Lolos Dramatis ke Semifinal Liga Champions, Dortmund dan Villa Gagal Comeback

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dua tiket semifinal Liga Champions musim 2024/2025 telah diamankan setelah pertandingan leg kedua perempat final yang berlangsung dramatis, pada Rabu, 16 April 2024 dini hari. Barcelona (FCB) dan Paris Saint-Germain (PSG) berhasil melaju, meskipun harus menghadapi perlawanan sengit dari Borussia Dortmund dan Aston Villa. Bermain di hadapan publik Signal Iduna Park, Borussia […]

expand_less