Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » 5 Catatan Penting Dugaan Korupsi Dana Bos 12 SD di Bawah Yayasan Tunas Timur

5 Catatan Penting Dugaan Korupsi Dana Bos 12 SD di Bawah Yayasan Tunas Timur

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Dugaan korupsi yang melibatkan penggelembungan jumlah siswa penerima Dana BOS di 12 SD di bawah Yayasan Tunas Timur di Sumba Barat Daya, membuka banyak pertanyaan dan kritik terhadap pengelolaan pendidikan, pengawasan dana publik, serta etika dalam manajemen yayasan.

Pertama, tuduhan penggelembungan jumlah siswa yang mencapai ribuan orang adalah sesuatu yang sangat serius.

Jika benar, ini menunjukkan adanya kelalaian besar dalam sistem verifikasi dan pengawasan pemerintah. Dana BOS seharusnya digunakan untuk menunjang pendidikan siswa, bukan sebagai lahan untuk mencari keuntungan pribadi.

Dengan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar, kasus ini harus diusut tuntas.

Kejaksaan Negeri Sumba Barat harus memastikan bahwa proses penyelidikan berjalan secara transparan dan akuntabel, tanpa adanya intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Kedua, respons dari Ketua Yayasan Tunas Timur Dr. Soleman Lende Dappa, yang mengelola sekolah-sekolah tersebut juga patut dikritisi. Alih-alih memberikan klarifikasi yang transparan dan kooperatif, ketua yayasan justru cenderung defensif dan menyangkal semua tuduhan.

Pernyataan bahwa yayasan tidak pernah mengintervensi penggunaan Dana BOS, padahal ada dugaan penggelembungan jumlah siswa, justru menimbulkan kecurigaan.

Sebagai pemimpin yayasan, seharusnya ada rasa tanggung jawab untuk memastikan bahwa dana publik yang dikelola digunakan secara benar dan tepat sasaran.

Ketiga, adanya isu nepotisme yang tersirat dalam laporan ini juga tidak bisa diabaikan. Ketika ketua yayasan menyebut bahwa anaknya tidak terlibat dalam struktur yayasan, namun kemudian membenarkan bahwa banyak yayasan di Indonesia juga diisi oleh keluarga, ini menunjukkan adanya masalah etika dalam pengelolaan yayasan.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar Ilustrasi. Cacing Tanah (Natfot/Pixabay/Lintas Sumba)

    Pantas Mahal, Ternyata Ini Peran Cacing Tanah untuk Kesuburan Tanaman

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kehidupan di bawah tanah sering kali menampakkan keajaibannya sendiri, terutama dalam konteks pertumbuhan tanaman. Salah satu fenomena yang memukau adalah peran cacing tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Meskipun kehadiran mereka sering kali tak terlihat, dampaknya terasa begitu nyata. Bahkan, hewan yang dianggap menjijikkan ini memiliki nilai jual yang tinggi […]

  • Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Jane Natalia Suryanto, saat pidato dalam safari politiknya di Sumba Barat Daya (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Safari Politik di Sumba Barat Daya, Jane Natalia Suryanto: Berbuat Dulu, Baru Berani Jadi Calon

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut 1, Jane Natalia Suryanto, melakukan safari politik di Sumba Barat Daya (SBD). Kehadiran Jane dalam rangka kampanye Pilgub NTT ini disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus Partai Hanura setempat. Jane diterima dengan tarian adat khas Sumba sebagai tanda penghormatan dan penyambutan tamu penting. […]

  • 63 siswa SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak mengikuti perkemahan HUT ke-63 Pramuka (Umbu Ambrosi Bili/Lintas Sumba)

    SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak Gelar Perkemahan Meriah Rayakan HUT ke-63 Pramuka

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebanyak 63 siswa SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak dengan penuh semangat mengikuti perkemahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Pramuka. Kegiatan ini dimulai pada 13 Agustus 2024 dan mencapai puncaknya dengan upacara bendera pada Senin, 14 agustus 2024 pukul 07.00 WITA. Seluruh siswa dan guru hadir dalam upacara tersebut dengan […]

  • Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Menatap Pilkada 2024 SBD: Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo Berduet, 2 Partai Ini Disebut-sebut!

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kontestasi politik di Sumba Barat Daya (SBD) semakin menarik perhatian publik dengan pengumuman keputusan beberapa kandidat untuk maju dalam Pilkada yang akan datang. Setelah sebelumnya Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka, serta Frans M. Adilalo dan Jeremia Tanggu memastikan keikutsertaannya, kini giliran Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo yang juga siap untuk […]

  • Pesta, Keluarga Kudus, A Meneladani, Hidup, Keluarga Nazareth, Tengah Tantangan Zaman

    Pesta Keluarga Kudus, Ajakan Meneladani Hidup Keluarga Nazareth di Tengah Tantangan Zaman

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Gereja Katolik memperingati Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf sebagai momentum refleksi bagi keluarga Kristen untuk kembali meneguhkan peran keluarga sebagai dasar kehidupan iman, kasih, dan kebajikan. Perayaan ini menegaskan bahwa kekudusan tidak hanya lahir dari hal-hal besar, tetapi justru tumbuh dalam kesetiaan menjalani kehidupan sehari-hari yang sederhana, penuh pengorbanan, dan […]

  • Socrates

    Socrates Dimusuhi Pengikut Dewa dan Tuhan, Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Socrates adalah seorang filsuf dari Yunani. Ia hidup pada masa Yunani klasik dan merupakan filsuf pemikir antroposentrisme. Pemikiran filsafatnya bertujuan mengenal manusia dan alam semesta melalui teori. Yang paling terutama dari pemikirannya adalah tentang hakihat dari manusia. Socrates mengubah perhatian filsafat dari filsafat alam menjadi filsafat manusia. Pendekatan yang dilakukannya ialah pendekatan […]

expand_less