Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Rokok Ilegal jadi Masalah Serius, Agus Dappa Akui Sulit Cari Akar Masalahnya

Rokok Ilegal jadi Masalah Serius, Agus Dappa Akui Sulit Cari Akar Masalahnya

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Penjualan rokok ilegal telah menjadi masalah serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Sumba dan Flores.

Dampak dari aktivitas ilegal ini sangat berpotensi merugikan tidak hanya bagi perekonomian negara tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat secara umum.

Penjualan rokok ilegal tidak mengikuti kewajiban pembayaran cukai, yang seharusnya menjadi sumber pendapatan negara.

Dengan tidak adanya kontribusi ini, anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program kesejahteraan masyarakat menjadi terganggu.

Hal ini menandakan pentingnya untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal guna mengamankan penerimaan negara yang stabil.

Pihak Bea Cukai wilayah Sumba dan Flores telah mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani permasalahan ini. Salah satu yang telah dilakukan yaitu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Pihak Bea Cukai telah mengundang pemerintah daerah, seperti empat kabupaten di Sumba, untuk membentuk kerjasama melalui MOU dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Polisi Pamong Praja (Polpp), dan Dinas Perdagangan (Disperinda).

Meskipun langkah-langkah seperti itu telah diambil, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penanganan rokok ilegal di Sumba dan Flores.

Salah satunya adalah kendala dana yang dialami oleh beberapa kabupaten dalam membentuk tim penegakan hukum terpadu.

Kepala Disperinda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Agus Dappa, saat ditemui lintassumba.com pada Rabu pekan lalu, mengatakan bahwa kurangnya perwakilan Bea Cukai di daerah juga menjadi hambatan serius dalam upaya penindakan secara optimal.

“Itu yang menjadi kesulitan kita. Sementara di sini ada bidangnya yaitu bidang perlindungan konsumen,” katanya.

Dia pun mengakui, selain kendala infrastruktur, pencarian akar permasalahan dari merek-merek rokok ilegal yang populer seperti “Thanos” dan “NX” juga menjadi tantangan tersendiri.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manager UP3 Sumba, Ronald Tillmans, saat menyerahkan bantuan secara simbolis, dari PLN Peduli kepada kelompok tani di Desa Wee Rena (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    PLN Dorong Pertanian Modern Lewat Program Electrifying Agriculture

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – PLN Peduli menyerahkan fasilitas pertanian berbasis listrik kepada dua kelompok tani di Sumba Barat Daya (SBD). Seremoni berlangsung di Dusun Puu Tame, Desa Wee Rena, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Senin, 13 Oktober 2025. Program ini diinisiasi PLN Peduli dengan dukungan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM). Manager UP3 Sumba, Ronald Tillmans, menjelaskan bahwa […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Training Of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-Daratan Sumba (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Buka TOT untuk Perangkat Desa se-Sumba, Bupati SBD: Bukan Pelatihan Biasa!

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi membuka kegiatan Training Of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-Daratan Sumba. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas aparat desa. Acara tersebut tepatnya berlangsung di Ella Hotel, Desa Radamata, Kecamatan […]

  • Anggota DPRD PDI Perjuangan Sumba Barat Daya (SBD), Octavianus Dapa Talu, saat reses di Desa Weri Lolo, Wewewa Selatan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Reses Disertai Aksi, Octavianus Dapa Talu Jemput Langsung Aspirasi Petani

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Anggota DPRD PDI Perjuangan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Octavianus Dapa Talu, melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan berupa alat pertanian dan bibit kepada kelompok tani. Kegiatan ini berlangsung di Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan, pada Selasa, 28 Oktober 2025. Pantauan Lintassumba.com, hadir […]

  • BKKBN dan Mitra dari Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Wulla Talu gelar Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wainyapu, Kodi Balaghar (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Angka Stunting Kodi Balaghar Mengkhawatirkan, BKKBN NTT Gelar Kampanye

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Berdasarkan data terbaru, di bulan Juni 2024, tercatat sebanyak 668 anak di Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), terdampak stunting. Angka ini menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, mengingat stunting merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk mengatasi hal itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi […]

  • Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Sumba Barat Daya, Thomas Tanggu Dendo (Johan Sogara/Lintas Sumba) 0:51 Play Button

    Tanggapan Sekretaris DPD Partai NasDem SBD Terkait Kader Partai yang Terancam PAW

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – DPD Partai NasDem Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang isu mengejutkan terkait rencana Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu kadernya yang juga anggota DPRD SBD. Kabar ini mencuat setelah kader tersebut kalah dalam gugatan di Mahkamah Partai.***

  • Demisioner Bukan Akhir Pengabdian: Saat Jabatan Berakhir, Apakah Perjuangan Juga Selesai?

    Demisioner Bukan Akhir Pengabdian: Saat Jabatan Berakhir, Apakah Perjuangan Juga Selesai?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Fian Tamo
    • 0Komentar

    LINTASSUMBA.COM – Demisioner sering dipahami sekadar sebagai berakhirnya masa jabatan dalam sebuah organisasi. Setelah kepengurusan selesai, maka selesai pula tanggung jawab dan ruang pengabdian. Cara pandang seperti ini membuat jabatan dianggap sebagai pusat perjuangan, bukan alat untuk bekerja dan melayani. Padahal, dalam perspektif yang lebih luas, demisioner justru menjadi titik refleksi sekaligus awal dari tantangan […]

expand_less