Bank NTT Bukukan Laba Rp81,20 Miliar
- account_circle Lintas Sumba
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dirut Bank NTT ketika ditemui sejumlah media di Kupang. (Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp81,20 miliar atau meningkat 31,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp61,54 miliar.
Peningkatan ini terjadi di tengah upaya perusahaan memperkuat efisiensi operasional dan melakukan pembenahan internal. Kinerja tersebut diraih meski industri perbankan masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya dana (cost of fund).
Pendapatan bunga Bank NTT tercatat naik menjadi Rp828,90 miliar, namun kenaikan beban bunga yang lebih tinggi membuat pendapatan bunga bersih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, Bank NTT mampu menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya operasional.
Beban operasional lainnya berhasil ditekan hingga 10,83 persen, sehingga mampu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih dan menjaga ruang pertumbuhan laba tetap positif.
Fungsi intermediasi juga menunjukkan perkembangan yang baik. Penyaluran kredit tumbuh 8,35 persen menjadi Rp13,84 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14,97 persen menjadi Rp15,10 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional pada periode yang sama, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT.
Selain itu, kondisi fundamental Bank NTT tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada di level 3,49 persen, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,97 persen, sedangkan total aset meningkat menjadi Rp18,85 triliun hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Bank NTT dalam memperkuat peran sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
- Penulis: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar