Prabowo Sepakat Hapus Tunjangan DPR dan Moratorium Kunjungan Luar Negeri
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto (@prabowo/Instagram)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, tunjangan anggota DPR RI akan dihapus dan kunjungan kerja luar negeri dimoratorium sementara waktu.
Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Kebijakan tersebut diputuskan sebagai respons atas gelombang demonstrasi di sejumlah daerah, yang menyoroti gaya hidup pejabat dan alokasi anggaran DPR.
“Beberapa kebijakan DPR RI sudah disepakati untuk dicabut, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” ujar Presiden.
Presiden menambahkan, DPR diminta segera membuka ruang dialog langsung dengan publik, terutama kalangan mahasiswa dan tokoh masyarakat.
“Saya akan meminta pimpinan DPR RI mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok lainnya agar bisa berdialog langsung,” katanya.
Usulan lain dari masyarakat disebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme delegasi resmi yang diterima langsung oleh DPR RI.
Langkah ini dinilai penting untuk meredam ketegangan sekaligus menjawab keresahan publik terkait penggunaan fasilitas dan anggaran parlemen.
Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi delapan ketua umum parpol, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua MPR Ahmad Muzani.
Hadir pula Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan, Edhie Baskoro, dan perwakilan PKS.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar