SBD Tower Banyak, Internet Tetap Lemot: Ada yang Salah dengan Sistem Kita!
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Potret salah satu tower signal di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang menjulang tinggi (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Di Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tower provider bukanlah barang langka.
Tiang-tiang tinggi menjulang di banyak titik, berdiri seperti monumen kemajuan digital.
Namun ironisnya, internet tetap lemot. Kadang sinyal muncul penuh, tetapi kecepatan internet “jalan di tempat” rupanya ikon 4G hanya hiasan.
Lalu, jika towernya banyak, kenapa koneksinya buruk? Jawabannya tidak sesederhana menyalahkan sinyal atau cuaca.
Masalah ini tampak seperti kegagalan sistemik antara provider yang tidak serius, pengawasan yang lemah, dan masyarakat yang terjebak dalam layanan buruk tanpa pilihan.
Warga beli paket internet Telkomsel, Indosat, XL yang begitu mahal, namun yang diterima adalah loading berkepanjangan.
Untuk pembayaran, selalu lancar. Untuk layanan, selalu “sedang dioptimalkan”. Istilahnya, provider dapat uang, pelanggan dapat buffering.
Pertanyaannya: Mengapa investasi tower tidak sebanding dengan kualitas jaringan?
Jika infrastrukturnya sudah ada, persoalannya tinggal pada niat dan profesionalitas. Tower mungkin berdiri megah, tetapi bagaimana dengan kualitas perangkat, kapasitas jaringan, dan koneksi ke fiber optic?
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar