Bupati Ratu Wulla Ajak Kelompok Usaha Olah Potensi Perikanan Jadi Produk Bernilai Tambah
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, membuka Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan bagi kelompok usaha di Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, yang dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). (Kominfo Sumba Barat Daya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menilai potensi perikanan di daerahnya perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi.
Pesan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan bagi kelompok usaha di Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla mengapresiasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menggagas pelatihan tersebut. Menurutnya, program berbasis desa seperti itu menjadi bagian dari upaya mempercepat penanggulangan stunting, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui konsep One Village One Product (OVOP).
Ia mengatakan, arah program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten SBD yang menempatkan penguatan karakter, kesehatan, kecerdasan, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati juga menyoroti pentingnya membangun kebiasaan mengonsumsi ikan di tengah masyarakat. Melalui kampanye Gemarikan, masyarakat didorong memanfaatkan ikan sebagai sumber protein yang bergizi, mudah diperoleh, dan memiliki harga yang terjangkau.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan mengolah hasil perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Karena itu, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh menjadi produk yang memiliki nilai jual dan memberi manfaat ekonomi bagi keluarga.
Bupati Ratu Wulla berharap pelatihan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, mendorong kemandirian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat SBD.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar