Dari Tukang Antar Surat ke Kursi Ketua DPD: Perjalanan 20 Tahun Yunus Takandewa
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, bersama Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Anggota DPRD serta Pengurus DPC PDI Perjuangan SBD, saat mendampingi 5 Ketua DPP PDI Perjuangan, sambangi Desa Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan, dalam rangka Peringati Bulan Bung Karno 2025 (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pada 2015, atau periode ketiga pencalonan, Yunus akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD NTT dan langsung dipercaya memimpin Komisi V.
Dari komisi itu, ia mengurusi bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. Setiap kebijakannya pun menyasar wilayah NTT.
Tak hanya di komisi, Yunus juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD NTT antar waktu periode 2018 – 2020, menggantikan Nelson Matara.
Pada 2020, Konferda V menempatkan Yunus sebagai Sekretaris DPD mendampingi Emilia Nomleni.
Selain itu, Yunus juga dipercaya memimpin DPRD NTT sebagai pimpinan sementara pada 2020, kemudian menjabat Ketua Fraksi dan Wakil Ketua Komisi II untuk periode 2025 – 2030.
Di Konferda VI, Yunus melewati seleksi ketat bersama 23 kandidat. Setelah tes psikologi dan wawancara, DPP pun memilihnya sebagai ketua.
Acara tersebut dihadiri Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, anggota DPR RI, pengurus DPP, DPD, DPC se-NTT dan lebih dari 900 peserta.
Dalam jumpa pers, Yunus menegaskan fokus pada penguatan kebersamaan, gotong royong, serta keberpihakan pada rakyat dalam kerja politik partai.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto atas kepercayaan kepada generasi muda dalam kepemimpinan partai tersebut.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar