Gubernur NTT Tinjau Bendungan Lokojange, Dorong Sumba Tengah Jadi Lumbung Pangan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 7 Apr 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, saat kunjungan kerja ke Bendungan Lokojange (Viska Yanita Martince Feni/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sektor pertanian di Pulau Sumba.
Usai meninjau layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Lendiwacu, pada Minggu, 6 April 2025, Gubernur melanjutkan kunjungan kerjanya ke Bendungan Lokojange yang juga berada di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.
Didampingi Bupati Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Marthinus Umbu Djoka, serta sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, Melki Laka Lena meninjau langsung kondisi bendungan yang menjadi tumpuan pengairan lahan pertanian masyarakat setempat.
“Kehadiran kami kali ini untuk memastikan bendungan ini dapat berfungsi dengan baik, khususnya untuk pengairan ke sawah dan irigasinya berjalan lancar,” tegas Melki dalam sambutannya.
Sebagai bagian dari upaya menjadikan Sumba Tengah sebagai salah satu lumbung pangan provinsi, kata dia, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan bendungan Kameli Mabu.
Kehadiran bendungan baru ini diharapkan semakin memperkuat sistem irigasi dan memperluas lahan pertanian produktif di wilayah tersebut.
“Untuk mendukung Sumba Tengah sebagai Lumbung Pangan Pemprov NTT juga akan mendorong pembangunan bendungan Kameli Mabu,” katanya.
Langkah ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat setempat, sebagaimana disampaikan Salah Staf Unit Pengelola Bendungan Lokojange BBWS NT II, Viska Yanita Martince Feni, saat diwawancarai terpisah Lintassumba.com, pada Senin, 7 April 2025.
Ia menilai perhatian serius gubernur terhadap infrastruktur pertanian merupakan angin segar bagi pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar