Keluhan Wisatawan Soal Ratenggaro Viral, Pemda SBD Gerak Cepat Benahi Sistem
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Senin, 19 Mei 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkap layar keluhan para pengunjung/wisatawan terkait kampung situs wisata Ratenggaro (@Jajago Keliling Indonesia/Facebook/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Langkah ini, kata dia, dilakukan agar warga, termasuk anak-anak, mendapat pencerahan tentang tata cara menyambut wisatawan secara layak.
“Termasuk sebagaimana mestinya menyambut tamu, bersikap, dan menyiapkan berbagai produk-produk lokal di destinasi wisata, sehingga suasananya bukan sekadar interaksi, tapi juga menggugah rasa dan minat belanja,” katanya.
Menurutnya, situs wisata Ratenggaro faktanya telah mendapat pendampingan dari salah satu LSM dan memiliki struktur pengelolaan wisata.
Ia menyebutkan, dulu sudah dibentuk loket masuk, manajemen kampung wisata, dan ada aturan resmi yang mengatur pengelolaan.
Namun, Christofel Horo juga mengakui dinamika yang terjadi seperti kecemburuan sosial dan lemahnya SDM menyebabkan sistem yang ada tidak berjalan optimal.
“Struktur ada, aturan ada. Tapi praktik di lapangan perlu dievaluasi ulang. Harus duduk bersama lagi,” tegasnya.
Sementara itu, pada 25 Mei mendatang, akan ada rapat tingkat kabupaten bersama Bupati membahas penataan kembali destinasi bermasalah.
“Ratenggaro akan jadi salah satu prioritas pembenahan, tapi tidak sendiri. Kami evaluasi destinasi lain juga,” pungkas Christofel Horo.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar