Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Manfaat dan Bahaya Tanaman Tembakau bagi Manusia

Manfaat dan Bahaya Tanaman Tembakau bagi Manusia

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Tembakau adalah tanaman yang sudah lama dikenal dan digunakan oleh manusia, baik untuk tujuan rekreasi maupun medis.

Namun, penggunaan tembakau tidak lepas dari kontroversi, karena manfaat yang ditawarkan seringkali diimbangi oleh bahaya serius bagi kesehatan.

Artikel ini akan mengulas manfaat dan bahaya tembakau bagi manusia secara mendalam.

Manfaat Tembakau

1. Penggunaan dalam Medis Tradisional

Sejak zaman dahulu, tembakau telah digunakan dalam pengobatan tradisional oleh beberapa budaya. Daun tembakau kadang-kadang digunakan untuk mengobati luka, gigitan serangga, dan sakit gigi.

2. Efek Relaksasi

Nikotin, zat utama dalam tembakau, dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan mood. Banyak orang merokok untuk mengurangi stres dan kecemasan.

3. Manfaat Ekonomi

Industri tembakau merupakan salah satu sektor ekonomi yang signifikan di beberapa negara. Produksi, distribusi, dan penjualan produk tembakau menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang.

4. Penelitian Ilmiah

Tembakau, khususnya tanaman tembakau transgenik, digunakan dalam penelitian bioteknologi. Tanaman ini telah dimodifikasi untuk menghasilkan berbagai protein yang berguna dalam pengembangan obat dan vaksin.

Bahaya Tembakau

1. Kanker

Merokok adalah penyebab utama berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, pankreas, kandung kemih, dan ginjal. Zat karsinogenik dalam asap tembakau sangat berbahaya dan dapat merusak DNA sel.

2. Penyakit Jantung

Nikotin dalam tembakau dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

3. Gangguan Pernapasan

Merokok merusak paru-paru dan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Asap rokok juga dapat memicu asma dan infeksi saluran pernapasan lainnya.

4. Gangguan pada Ibu Hamil dan Janin

Wanita hamil yang merokok berisiko lebih tinggi mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Paparan asap rokok selama kehamilan juga dapat mempengaruhi perkembangan janin.

5. Kerugian Ekonomi dan Sosial

Meskipun industri tembakau menyediakan lapangan pekerjaan, biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan kesehatan akibat penyakit terkait tembakau sangat tinggi. Hal ini membebani sistem kesehatan dan mengurangi produktivitas masyarakat.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tensi Naik? Turunkan dengan Cokelat Hitam

    Tensi Naik? Turunkan dengan Cokelat Hitam

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Cokelat hitam menjadi semakin terkenal karena mengandung banyak gizi dan zat antioksidan. Studi menunjukkan bahwa memakan cokelat hitam dapat mengurangi risiko penyakit hipertensi dan pembekuan darah di pembuluh darah. Dalam sebuah studi yang baru diterbitkan di Nature Scientific Reports, peneliti telah melihat bagaimana mengonsumsi cokelat hitam dapat berdampak pada risiko terkena 12 […]

  • KKN Desa Penari, Aulia Sarah Bikin Badarawuhi Lebih Menakutkan

    KKN Desa Penari, Aulia Sarah Bikin Badarawuhi Lebih Menakutkan

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Aulia Sarah, aktris film dan sinetron, mengatakan bahwa karakter Badarawuhi di KKN Desa Penari “universe” akan memiliki sisi yang lebih gelap dari pada karakter Badarawuhi dalam film sebelumnya. “Dari sini sudah kelihatan ‘look’ Badarawuhi terlihat sangat berbeda dari KKN Desa Penari, harusnya akan menjadi lebih ‘dark’, itu yang aku bisa bilang,” beber […]

  • Kecelakaan lalu lintas kendaraan Suzuki Pick Up dengan nomor polisi DK 8661 G di Jalan Raya Jurusan Kodi - Waitabula, Kampung Puu Komi, Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara (TIM/Lintas Sumba)

    Kronologi Lengkap Kecelakaan Suzuki Pick Up di Sumba Barat Daya, IPTU I Wayan Suardika: Tidak Ada Korban Jiwa!

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kasat Lantas Polres Sumba Barat Daya (SBD) IPTU I Wayan Suardika, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah kendaraan Suzuki Pick Up dengan nomor polisi DK 8661 G. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Jurusan Kodi – Waitabula, Kampung Puu Komi, Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, pada Senin, 20 Mei […]

  • Gambar Ilustrasi. Penderita cacar monyet di Kongo, Afrika (@dr.fajriaddai/Instagram/Lintas Sumba)

    Cegah Virus Cacar Monyet, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan untuk WNA

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Untuk mencegah penyebaran virus Monkey Pox (Cacar Monyet), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang mengunjungi Indonesia, termasuk tamu undangan negara. Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Pramono mengatakan, pihaknya akan menggunakan kuesioner untuk memeriksa riwayat kesehatan, aktivitas kontak, dan tujuan perjalanan WNA. […]

  • Ansy Lema, saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, mengatakan bahwa Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah (TIM /Lintas Sumba)

    Pariwisata NTT Maju, Budaya Asli Tidak Hilang? Begini Cara Ansy Lema

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah. Konsep ini akan memastikan agar komunitas adat tidak tersingkir oleh perkembangan pariwisata berskala besar. Yohanis Fransiskus Lema, menyampaikan pandangannya itu saat mengunjungi Kampung Adat Takpala di Kabupaten Alor, baru-baru ini. “Kita perlu mengedepankan pariwisata berbasis […]

  • Imam Katolik sedang memegang abu yang akan dioles di dahi umat pada perayaan Rabu Abu (Grzegorz Krupa/Pixabay/Lintas Sumba)

    Rabu Abu Kali Ini jadi Selasa Abu, Lihat Penjelasan dan Sejarahnya!

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Umat Katolik Keuskupan Weetebula telah melaksanakan Misa Rabu Abu. Perayaan itu dilaksanakan tepatnya pada hari ini, Selasa, 13 Februari 2024. Rabu Abu sebenarnya baru akan dirayakan besok yaitu pada Rabu, 14 Februari 2024. Namun, Keuskupan Weetebula telah memberikan izin kepada gereja-gereja di seluruh paroki untuk menyelenggarakan misa tersebut. Adapun alasan perayaan Misa […]

expand_less