Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cegah Virus Cacar Monyet, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan untuk WNA

Cegah Virus Cacar Monyet, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan untuk WNA

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Untuk mencegah penyebaran virus Monkey Pox (Cacar Monyet), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang mengunjungi Indonesia, termasuk tamu undangan negara.

Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Pramono mengatakan, pihaknya akan menggunakan kuesioner untuk memeriksa riwayat kesehatan, aktivitas kontak, dan tujuan perjalanan WNA.

Hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang lebih baik dan siap menghadapi potensi masalah.

“Jika ditemukan gejala, WNA mungkin tidak diizinkan melanjutkan perjalanan,” kata Yudhi dalam konferensi pers daring di Jakarta, pada Minggu, 18 Agustus 2024.

Kemenkes menyadari tantangan dalam surveilans dan peningkatan kasus cacar monyet, terutama dari clade 1b yang memiliki tingkat kematian lebih tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan status kegawatdaruratan kesehatan global untuk cacar monyet pada 14 Agustus 2024, terutama terkait kasus di Afrika.

WHO tidak memberlakukan pembatasan perjalanan internasional dan vaksinasi belum diprioritaskan, sehingga Kemenkes memutuskan untuk memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara.

Meskipun kasus cacar monyet di Indonesia menurun dibandingkan tahun lalu: 14 kasus konfirmasi dan 74 suspek discarded pada Januari-Agustus 2024 dibandingkan dengan 73 konfirmasi dan 240 suspek discarded pada 2023, Kemenkes tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya clade 1b.***

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WALHI NTT, Soroti, Tambang Rakyat, Wanggameti, Ruang Hidup, Masyarakat, Sumba Timur, Terancam

    WALHI NTT Soroti Tambang Rakyat di Wanggameti, Ruang Hidup Masyarakat Sumba Timur Kian Terancam

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur menilai aktivitas tambang rakyat yang berlangsung di kawasan Wanggameti, Kabupaten Sumba Timur, tidak sekadar persoalan penambangan semata. Di balik aktivitas tersebut, WALHI melihat adanya persoalan yang lebih mendasar, yakni menyempitnya ruang hidup masyarakat akibat tata kelola sumber daya alam yang dinilai gagal […]

  • Gambar Ilustrasi. Rumah 3 Kamar Tidur

    Desain Rumah Minimalis dengan 3 Kamar Tidur

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Rumah minimalis dengan 3 kamar tidur adalah pilihan yang cocok bagi keluarga kecil yang menginginkan ruang yang fungsional namun tetap estetis. Desain rumah ini biasanya menonjolkan kepraktisan dan kesederhanaan dalam tata letak ruang. Salah satu ciri khas desain rumah minimalis adalah penggunaan elemen-elemen sederhana seperti garis-garis bersih dan pemilihan warna netral. Ruang […]

  • Salah satu warga Desa Wee Kaburu, sedang berdiskusi terkait stunting bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Perangi Stunting Bersama BKKBN, Ratu Wulla Talu: Suami Harus Berperan Aktif!

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pencegahan stunting sejak masa awal kehidupan anak sangatlah penting. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan otaknya. Anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan anak yang tumbuh normal. Demikian kata dr. Watik, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi […]

  • Tuduhan Tak Berdasar: Ansy Lema Tidak Pernah Menyangkal Peran Jokowi di NTT

    Tuduhan Tak Berdasar: Ansy Lema Tidak Pernah Menyangkal Peran Jokowi di NTT

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Belakangan ini, muncul pemberitaan yang menyudutkan Calon Gubernur Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema), atas tuduhan “menyangkal” kerja nyata Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tuduhan tersebut tampak lebih seperti upaya manipulasi informasi yang tidak jujur. Bagaimana tidak? Dalam debat di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Ansy […]

  • Ketua DPW Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Alberthinus Lawa, menyerahkan SK Lima kepada Ketua DPD Perindo Sumba Barat Daya (SBD), Yusuf Bora (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Struktur Baru DPD Perindo SBD Resmi Diumumkan, Komitmen Dukung Pemerintahan Saat Ini

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Struktur baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Sumba Barat Daya (SBD) resmi diumumkan. Pengumuman itu bertepatan dengan seminar dan pendidikan politik. Kegiatan tersebut berlangsung di Kawona Beach Club, Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Selasa, 26 Agustus 2025. Acara ini bertema “Transformasi dan Bangkit untuk Indonesia Sejahtera”. Pantauan Lintassumba.com, hadir […]

  • Keterlambatan pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi guru non-sertifikasi di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) memang bukan hal baru.

    Tamsil 9 Bulan di SBD Belum Dibayar, Dinas Klaim Belum Ada Dana?

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Keterlambatan pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi guru non-sertifikasi di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) memang bukan hal baru. Kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk triwulan II, III, dan IV tahun 2024 belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) setempat. Hingga kini, tunjangan tersebut […]

expand_less