Pansus 1 DPRD SBD Soroti 13 Isu Strategis di RPJMD 2025-2029
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sidang Paripurna XIX Masa Sidang II DPRD SBD, penyampaian Laporan Pansus (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyoroti sejumlah isu strategis dalam pembahasan RPJMD 2025–2029.
Catatan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna XIX Masa Sidang II DPRD SBD, pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Pansus menyebut pembahasan fokus pada tujuh misi pembangunan. Hasilnya dirumuskan menjadi 13 poin rekomendasi.
Prioritas pertama, RPJMD harus mampu menampung beragam program dan menangkap peluang pendanaan dari berbagai sumber selama lima tahun ke depan.
Sektor pertanian menjadi sorotan karena 70 persen warga SBD adalah petani. Analisa ketahanan pangan tahunan dinilai wajib untuk perencanaan akurat.

Anggota DPRD SBD, Johan M. D. Loma, saat membacakan laporan Pansus 1 dalam Sidang Paripurna XIX Masa Sidang II DPRD SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)
Peningkatan irigasi, penyediaan pupuk dan alat, hingga penangkaran benih unggul menjadi langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis pertanian.
Mutu pendidikan juga dipandang darurat. Literasi dan numerasi wajib digenjot di SD, agar siswa kelas 3–6 minimal mampu membaca.
Kasus stunting yang terus naik perlu ditangani dengan identifikasi akar masalah, mulai dari gizi, air bersih, hingga partisipasi posyandu.
Pansus mendorong pendekatan desa dalam penyediaan air bersih, serta pengelolaan sampah sebagai prioritas menjaga kesehatan dan wajah kota.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar