Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » 15 Penambang Pasir Liar di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya!

15 Penambang Pasir Liar di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya!

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Sebanyak 15 orang pelaku penambangan pasir di pesisir Pantai Mananga Aba, Desa Karuni, Kecamatan Loura, berhasil diamankan polisi.

Para pelaku tersebut diciduk Tim Satreskrim Polres Sumba Barat Daya (SBD), pada Rabu, 22 Januari 2025.

Kasus ini terungkap usai Kapolres SBD mendapat laporan dari tiga tokoh masyarakat. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti dengan perintah penyelidikan ke lokasi terkait.

“Dan ternyata benar,” ungkap Wakapolres SBD Kompol Jeffris Fanggidae, didampingi Kasat Reskrim AKP I Ketut Rai Artika, dalam Konferensi Pers di Ruang Rapat Tantya Sudhirajati pada Kamis, 30 Januari 2025.

“Pada hari Rabu, Tanggal 22 Januari 2025 Pukul 14.20 WITA, bertempat di Pesisir Pantai Mananga Aba, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Satreskrim menemukan para pelaku sedang melakukan penambangan,” ungkapnya lagi.

Dari 15 pelaku yang diamankan, tiga di antaranya merupakan sopir, sementara 12 lainnya adalah penambang.

“Adapun pelaku yang ditemukan di lokasi ini berjumlah lima belas orang yang terdiri dari tiga sopir dan dua belas orang penambang, dengan menggunakan tiga unit dump truck dengan alat penambangan seperti sekop dan linggis,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa dua dari pelaku diketahui masih di bawah umur, sedangkan 13 pelaku lainnya kini ditahan di Mapolres SBD untuk proses hukum lebih lanjut.

“Sudah dibuatkan laporan polisinya, surat perintah penyidikan, dan sudah kita buatkan SPDP dan berkoordinasi dengan JPU. Dari lima belas pelaku, dua diantaranya anak dibawah umur yang merupakan anak pelaku,” jelasnya.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ben Dalupe, Keluarga Aloysius Lede Bora, korban penyerangan brutal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya (SBD), saat Konferensi Pers, pada Selasa, 17 Juni 2025 siang (Johan Sogara/Lintas Sumba) 14:39 Play Button

    Pegawai Dinas P dan K SBD Ditikam Brutal, Keluarga Bongkar Motif Sebenarnya dan Kondisi Korban!

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Insiden penikaman mengguncang Kantor Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya (SBD)! Aloysius Lede Bora, Kepala Seksi Kurikulum SD, ditikam brutal oleh operator sekolah karena isu dana BOS. Pelaku mengaku kecewa, namun keluarga korban membantah tegas tuduhan yang menyudutkan Aloysius. Dalam konferensi pers di RSUD Reda Mbolo, pada Selasa, 17 Juni 2025, keluarga mengungkap […]

  • Dandim 1629/SBD Letkol Czi Novi Kurniawan (kiri) memberikan penghargaan kepada Nadira Putri Regina (kanan) Putri Salah Satu Anggota TNI asal SBD, yang berhasil mengharunkan Nama NTT di Kancah Nasional (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Putri Anggota TNI Asal SBD Harumkan Nama NTT di Kancah Nasional, Dandim Beri Penghargaan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Nadira Putri Regina, berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Sains Tingkat Nasional mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas prestasinya itu, ia mendapatkan penghargaan dari Dandim 1629 Sumba Barat Daya (SBD) Letkol Czi Novi Kurniawan. Apresiasi dan penghormatan atas prestasi luar biasa itu diterima Nadira di Ruang Lobi Makodim 1629/SBD, pada Senin, 09 […]

  • Gambar Ilustrasi. Skala Gempa Bumi/Megathrust(Tumisu/Pixabay/Lintas Sumba)

    BRIN Ungkap Potensi Gempa Megathrust 15 Segmen di Indonesia, NTT 8,7 Mmax

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan adanya potensi gempa besar yang bisa terjadi di 15 segmen megathrust yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam gelar wicara yang diadakan secara daring di Jakarta pada Senin, 02 September 2024, Rahma memaparkan bahwa gempa di segmen-segmen […]

  • Gambar Ilustrasi. Rumah dengan Modal Minim

    9 Tips Membuat Rumah dengan Modal Minim

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Membangun rumah mungkin terdengar seperti mimpi yang jauh dari jangkauan bagi banyak orang, terutama ketika terbatasnya modal menjadi faktor pembatas. Namun, dengan perencanaan yang cermat, kreativitas, dan sedikit usaha ekstra, membangun rumah dengan modal minim bukanlah hal yang tidak mungkin. Berikut adalah panduan praktis tentang cara membuat rumah dengan modal minim, berdasarkan […]

  • Kondisi terkini Sungai Bubon di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh (Muhibbul Jamil/Lintas Sumba)

    Aliran Sungai Bubon Kembali Lancar, Harapan Pencari Lokan Pulih

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Muhibbul Jamil
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Aliran Sungai Bubon di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, kembali lancar setelah pembersihan enceng gondok. Hal ini pun memberi harapan baru bagi para pencari lokan. Sungai Bubon yang bermuara hingga Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, terpantau lebih bersih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kondisi sungai sebelumnya dilaporkan tersendat akibat tumpukan enceng […]

  • Jangan Sepelekan, Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting!

    Jangan Sepelekan, Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting!

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 2Komentar

    LINTAS SUMBA – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenis pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mulai dari lahir hingga usia 5 tahun. Tentu saja tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan anak dan menyiapkan mereka untuk memasuki sekolah dasar. “Usia emas anak 1 sampai 5 tahun. Semua anak punya hak mendapatkan pendidikan sejak dini,” ungkap Fransiskus Ghunu Bili, […]

expand_less