7 Makanan Khas NTT yang Wajib Dicoba, dari Se’i Babi hingga Muku Loto
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Se'i Babi Losba, salah satu kuliner yang paling dikenal dari NTT (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya. Provinsi kepulauan ini juga memiliki beragam makanan khas dengan cita rasa dan cara pengolahan yang unik.
Dari Pulau Timor hingga Flores dan wilayah Lamaholot, makanan tradisional NTT lahir dari bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Jagung, pisang, sayuran, hingga daging diolah menjadi hidangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke NTT, mencicipi kuliner tradisional menjadi salah satu cara untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat setempat.
Berikut tujuh makanan khas NTT menurut Lintassumba.com, yang layak masuk daftar kuliner untuk dicoba.
1. Se’i Babi
Se’i merupakan salah satu kuliner yang paling dikenal dari NTT. Hidangan ini berupa daging yang diolah dengan teknik pengasapan secara perlahan hingga menghasilkan aroma khas.
Salah satu jenis yang populer adalah se’i babi. Daging diasapi menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma asap yang kuat.
Se’i biasanya disajikan bersama nasi, sayuran, dan sambal lu’at yang memiliki cita rasa pedas dan asam. Saat ini se’i juga banyak dibuat menggunakan daging sapi, tetapi se’i babi tetap memiliki tempat kuat dalam tradisi kuliner masyarakat Timor.
2. Jagung Bose
Jagung bose merupakan makanan tradisional yang sangat lekat dengan masyarakat Pulau Timor.
Makanan ini dibuat dari jagung putih yang direbus hingga lunak, kemudian dimasak bersama kacang-kacangan dan santan. Hasilnya berupa hidangan dengan tekstur lembut, rasa gurih, dan cukup mengenyangkan.
Jagung bose dahulu juga menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Timor sebagai alternatif makanan pokok. Hingga kini, hidangan tersebut masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari maupun berbagai kesempatan khusus.
3. Catemak Jagung
Masih berbahan dasar jagung, catemak jagung menjadi salah satu makanan khas yang dikenal di NTT.
Hidangan tradisional ini dibuat dengan memasak jagung bersama kacang-kacangan dan sayuran seperti labu. Rasanya cenderung gurih dengan cita rasa yang sederhana.
Catemak jagung menunjukkan bagaimana masyarakat NTT memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menghasilkan makanan yang sederhana tetapi tetap mengenyangkan.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar