LINTAS SUMBA – Berbagai pihak terkait proyek Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Kabali Dana, Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) makin disorot.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pertanian sebelumnya mengakui adanya temuan di lapangan.
PPK pun meminta Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru segera membangun deker serta tembok penahan di titik yang mengalami genangan air.
Kejutan itu rupanya semakin menguatkan dugaan adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran Rp300 juta.
Fakta baru terungkap saat wartawan mewawancarai Bendahara Poktan Tunas Baru, Yulius Nani Bulu.
Ia mengungkapkan bahwa tugasnya hanya sebatas membantu proses pencairan dana di Bank NTT Weetebula.
“Betul saya bendahara, tapi saya hanya membantu pencairan,” beber Yulius, saat ditemui, pada Jumat, 14 Februari 2025.
Setelah pencairan, kata dia, uang tersebut langsung diserahkan secara tunai kepada ketua poktan.
Lebih mengejutkan, Yulius mengaku tidak mengetahui keberadaan kuitansi belanja proyek, karena seluruh transaksi dilakukan oleh ketua poktan tanpa melibatkannya.









