Aku dan Kamu: Dermaga dan Kapal Itu
- account_circle Lintas Sumba
- calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Aku dan Kamu, Dermaga dan Kapal itu (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Aku dan kamu bagaikan dermaga dan kapal. Dermaga tetap setia menanti kembalinya kapal, tanpa sedikit pun keberanian menahannya pergi.
Kapal tahu dermaga hanyalah persinggahan yang selalu menunggunya setiap kali harus pergi.
Dermaga masih menanti pulangnya kapal untuk kembali sejenak singgah dari perginya.
Dermaga, hati yang terbuka menerima kapal-kapal lain dalam persinggahan, tidak pernah menghapus tempat bagi kapal yang selalu dirindukan.
Kapal pun terus berlayar, namun yakin akan kembali pada satu dermaga setelah setiap perginya, walau hanya sebentar.
Aku dan kamu, dermaga dan kapal itu. Kita memiliki cerita tersendiri. Entah kapan semuanya dimulai, yang ku tahu, aku dan kamu adalah dermaga dan kapal itu.
Kamu hadir tanpa pernah berpikir bahwa semua akan ada akhirnya, begitu pula aku.
Pada awalnya, sikapku padamu terkesan cuek. kamu sempat menyebutku batu. Namun, apa yang terasa kaku dan keras pada diriku ternyata luluh oleh hadirmu.
Kau datang dengan kepolosan, ketulusan, dan senyuman manis yang membuatku berani membuka dermaga ini.
Kau juga membawa segala manja yang membuatku sadar betapa istimewanya dirimu.
Karena kamu, aku menyadari ada bagian dari hati dan hidupku yang kini menjadi tempatmu. Entah sejak kapan, kau telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupku.
Aku bersyukur atas hadirmu yang memberi makna yang dalam untukku. Dari setiap konflik, aku semakin yakin bahwa ada sesuatu yang layak diperjuangkan.***
- Penulis: Lintas Sumba








Saat ini belum ada komentar