PPL Wewewa Barat Bentuk Kelompok Tani di Weekura, Calon Ketua Kelompok Tani Dua Awa Andrias Lede Toda Mengaku Senang
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana pembentukan Kelompok Tani Dua Awa di Desa Weekura yang difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wewewa Barat. (Lintassumba.com/Kobus Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTASSUMBA.COM – Calon Ketua Kelompok Tani Dua Awa, Andrias Lede Toda, mengaku senang atas terbentuknya Kelompok Tani Dua Awa di Desa Weekura yang ditumbuhkan oleh satuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wewewa Barat pada Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, selama ini masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pertanian seperti pupuk, traktor, dan alat semprot karena harus melalui kelompok tani.
“Kalau tidak melalui kelompok tani, kami kesulitan mendapatkan kebutuhan pertanian seperti pupuk, traktor, dan alat semprot,” kata Andrias Lede Toda.
Ia mengatakan keinginannya untuk memiliki kelompok tani akhirnya terwujud setelah mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan di Kecamatan Wewewa Barat.
Sebelumnya, Andrias mendatangi kediaman Koordinator Lapangan PPL Wewewa Barat, Danial Malo Umbu Pati, yang juga membina kelompok tani di Desa Weekura. Dalam pertemuan tersebut, kemudian ia diarahkan untuk mengumpulkan 20 hingga 25 anggota serta melengkapi syarat administrasi berupa kartu keluarga dan KTP.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Danial kemudian menetapkan jadwal penumbuhan kelompok tani tersebut.
Dalam sambutannya saat proses penumbuhan kelompok tani, Danial Malo Umbu Pati memberikan penjelasan kepada para anggota terkait pembentukan kelompok tani yang harus melalui berbagai tahapan dan membutuhkan waktu yang sedikit lama.
Ia menerangkan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan melalui sistem E-RDKK yang diinput satu kali setiap tahun. Untuk masuk dalam sistem tersebut, kelompok tani harus lebih dahulu dikukuhkan dan tercatat dalam Simluhtan.
“Saya masuk pada keinginan calon ketua tadi, Bapak Andrias meminta pupuk, traktor, dan rontok. Kalau pupuk, ada alokasi setiap tahun dan inputnya sekali dalam setahun melalui E-RDKK. Untuk mencapai E-RDKK, kelompok ini harus tercatat di Simluhtan. Maka kelompok tani ini harus dikukuhkan baru bisa mendapatkan pupuk. Jadwal penginputan pupuk dilakukan pada Oktober dan November,” terangnya.
Karena itu, Kelompok Tani Dua Awa diperkirakan belum dapat menerima alokasi pupuk pada tahun ini meski nantinya telah dikukuhkan dan masuk dalam sistem.
“Jadi mohon maaf, kelompok ini belum bisa menerima pupuk tahun ini. Kalau memang membutuhkan pupuk, bisa berkoordinasi dengan kelompok tani tetangga yang terdekat,” lanjutnya.
Terkait bantuan traktor dan alat perontok padi, Danial menyebut usulan kelompok akan tetap ditampung dan diajukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Untuk traktor dan rontok, kami akan menampung semua kebutuhan yang diinginkan ketua kelompok. Namun, kami tidak bisa langsung mengajukannya karena alokasi bantuan traktor dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak melalui pokok pikiran dewan,” katanya.
Ia meminta pengurus dan anggota kelompok tani agar mengedepankan kerja sama dalam setiap kegiatan yang akan dijalankan ke depan.
Atas inisiatif dan kekompakan masyarakat Desa Weekura, Kelompok Tani Dua Awa akhirnya terbentuk dalam waktu yang relatif singkat.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Kobus Tena








Saat ini belum ada komentar