Alami Eksploitasi, Korban Dugaan TPPO Nekat Lompat dari Kapal Rusia di Kepulauan Aru
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Korban dugaan TPPO lompat dari kapal (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Situasi ini membuat MS dan lima korban lainnya mengambil tindakan nekat untuk melompat dari kapal, demi melarikan diri dari kondisi kerja yang sangat tidak layak.
Setelah melompat ke laut, para korban akhirnya ditemukan di sebuah pulau di Kepulauan Aru oleh kapal jaring yang tengah melintas dan langsung mendapatkan pertolongan.
Namun, dari enam korban yang melompat, hanya lima orang yang selamat. Satu orang dinyatakan hilang, dan lima hari kemudian ditemukan meninggal dunia tanpa kepala.
Guna memperoleh keadilan, para korban, didampingi oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Destructive Fishing Watch (DFW), melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.
Sekretaris Jenderal SBMI, Juwarih, menyatakan bahwa laporan tersebut telah diajukan pada 24 Juni 2024. Mereka melaporkan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam TPPO ini, termasuk individu berinisial MOP, R, GW, dan AW, serta beberapa lainnya.
“Kami berharap polisi tidak hanya mengejar pihak perekrut, tetapi juga oknum-oknum intelektual yang terlibat dalam kasus ini. Selama ini, kasus TPPO sering kali hanya menjerat pelaku di tingkat perekrutan, sementara aktor utamanya jarang tersentuh,” kata Juwarih.
Saat ini, kasus tersebut sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi dan korban oleh penyidik, dengan harapan para pelaku utama akan segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.***
Sumber: Antara
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar