Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Menuju Pilkada 2024, Dandim 1629/SBD: Kalau Jadi Provokator, Mohon Maaf, Saya Sikat!

Menuju Pilkada 2024, Dandim 1629/SBD: Kalau Jadi Provokator, Mohon Maaf, Saya Sikat!

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Komunitas Persatuan Wartawan (Pewarta) Sumba Barat Daya (SBD) melakukan kunjungan ke Markas Kodim 1629/SBD di Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Rabu, 07 Agustus 2024.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi antara media dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah SBD selama proses Pilkada 2024 berlangsung.

Komandan Kodim (Dandim) 1629/SBD Letkol Czi Novi Kurniawan, dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama Pilkada 2024.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memprovokasi atau memicu keributan.

“Saya sudah berkomitmen, selama saya masih ada di Sumba Barat Daya, apabila ada yang coba-coba mau bikin kisruh, saya tidak pandang kawan. Kalau jadi provokator, mohon maaf, saya sikat,” tegasnya.

Dandim menambahkan, bahwa dirinya berpihak kepada masyarakat dan tidak ingin masyarakat menjadi korban akibat keributan.

“Karena saya berpihak kepada masyarakat, saya tidak mau masyarakat jadi korban,” ujarnya.

Dia juga mengajak semua pihak, termasuk wartawan, TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas selama Pilkada.

Orang nomor satu di Kodim 1629/SBD itu menekankan pentingnya melaporkan segala indikasi yang berpotensi menimbulkan keributan agar bisa diantisipasi sejak dini.

“Kalau ditemukan hal-hal yang mengarah ke keributan, langsung diinfokan, sehingga kita bisa antisipasi lebih awal,” imbuhnya.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar Ilustrasi. Paus dan Kardinal Gereja Katolik Roma (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bisakah Setiap Pria Katolik Menjadi Paus? Ini Penjelasan Sejarah dan Aturannya

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pertanyaan menarik yang kerap muncul setiap kali Gereja Katolik menghadapi proses pemilihan paus adalah: Apakah setiap pria Katolik yang telah dibaptis bisa menjadi Paus? Jawabannya mungkin mengejutkan banyak orang: secara hukum Gereja, ya, bisa. Menurut hukum kanonik, setiap pria Katolik yang sudah dibaptis dan masih hidup secara teknis bisa dipilih menjadi paus. […]

  • Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, bersama Wakil Ketua I DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo, saat meninjau kawasan Pantai Marapu di Desa Weemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar (@Ratu Wulla Talu/Facebook/Lintas Sumba)

    Krisis Pasir Laut, Bupati Ratu Wulla Tinjau Langsung Sumber Alternatif di Kodi

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bergerak cepat menanggapi krisis pasir laut yang kini menghambat kelangsungan proyek infrastruktur. Menyusul larangan pengambilan pasir laut akibat belum direvisinya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi alternatif. Bupati bersama Wakil Ketua I DPRD SBD, […]

  • Gambar Ilustrasi. Calon Kepala Daerah yang sedang orasi dengan menyindir atau menyerang calon lain (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    4 Cara Mengenal Calon Kepala Daerah yang Mementingkan Diri Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 semakin dekat, dan sebagai pemilih, penting bagi kita untuk memilih pemimpin yang benar-benar berdedikasi untuk kesejahteraan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Salah satu tanda calon kepala daerah yang lebih mementingkan diri sendiri adalah gaya bicara mereka yang sering menyindir atau menyerang calon lain. Berikut adalah 4 […]

  • Pj. Gubernur Provinsi NTT Ayodhia Kalake, giat buka puasa bersama dengan Kemala Kupang

    Bina Silaturahmi, Pj. Gubernur NTT Ikut Buka Bersama dengan Kemala Kupang

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia Kalake, giat buka puasa bersama dengan Kerukunan Marga Lamahala (Kemala) Kupang. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kota Kupang, Provinsi NTT, pada Jumat, 15 Maret 2024. Buka puasa bersama diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al – Qu’ran. Kemudian, dilanjutkan kultum (dakwah […]

  • Tips Membuat Website untuk Menunjang Bisnis Online, Dijamin Sukses

    Tips Membuat Website untuk Menunjang Bisnis Online, Dijamin Sukses

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dalam era digital yang terus berkembang, memiliki website adalah langkah penting bagi bisnis untuk memperluas jangkauan mereka dan menjangkau pelanggan potensial secara global. Dengan website yang profesional dan efektif, bisnis online Anda dapat menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan meningkatkan penjualan. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat website yang efektif dalam menunjang bisnis […]

  • SD Laikaraga, salah satu dari 10 sekolah milik Yatutim yang juga bermasalah dengan jumlah siswa dan Penyalahgunaan Dana BOS (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    10 SD Lingkup Yatutim Bermasalah, Ikhsan Danibao: Kami Sudah Lapor BPK!

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Aroma kasus dugaan penggelembungan jumlah siswa dalam penyaluran Dana BOS beberapa sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Timur (Yatutim) kian menguat. Berdasarkan data yang diterima pada Tahun 2024 lalu, sekitar 3.211 siswa dikeluarkan tanpa alasan yang jelas, sementara hanya 418 siswa dinyatakan lulus sejak 2021. Dengan demikian, jumlah siswa yang terdaftar dan […]

expand_less