Ratusan Siswa di NTT Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkap layar video amatir saat siswa/i SMP Negeri 8 Kota Kupang dibawa ke RS Mamami untuk mendapatkan penanganan cepat akibat keracunan MBG (@Eunike Etidena/Facebook/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Ratusan siswa di Sumba Barat Daya (SBD) dan Kota Kupang, NTT, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Insiden di SBD terjadi pada Rabu, 23 Juli 2025, di tiga sekolah menengah di Kota Tambolaka.
Sekolah yang terdampak antara lain SMK Negeri 2 Tambolaka, SMA Negeri 1 Tambolaka, dan SMK Don Bosco Tambolaka.
Para siswa mengeluh pusing, mual, gatal, hingga pingsan usai menyantap nasi, ikan tongkol, tempe, sayur, dan jeruk.
Markus, siswa kelas 1 SMK Negeri 1 Tambolaka, mengaku langsung pusing setelah makan dan segera dilarikan ke RS Karitas.
“Saya langsung merasa pusing habis makan. Guru saya yang bawa ke rumah sakit,” katanya saat ditemui Wartawan di IGD RS Karitas Weetebula.
Dian, siswi SMA Negeri 1 Tambolaka, mengeluhkan gatal dan mual beberapa menit setelah makan. Temannya ada yang pingsan.
“Baru makan, langsung gatal dan mual. Banyak juga teman yang pingsan dan dibawa ke RSUD Reda Bolo,” Ungkapnya.
Total siswa terdampak diperkirakan hampir mencapai ratusan.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar