SOPAN Desak Perbup Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumba Tengah
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

SOPAN gelar diskusi publik bersama YKPI, Desak Perbup Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumba Tengah (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Materi yang disampaikan mencakup nilai-nilai HAM, UU TPKS, serta pendekatan pembangunan inklusif berbasis GEDSI yang menjangkau akar persoalan.
Direktur SOPAN, Yustina Dama Dia, memaparkan hasil asesmen kekerasan di Sumba Tengah yang disebut sebagai kondisi darurat tersembunyi.
Sementara, Umbu Pajaru Lombu dan Antony Kula Awang menyoroti lemahnya perlindungan hukum dan perlunya keberanian menolak budaya yang melanggar HAM.
Kepala DP3A turut memaparkan mekanisme penanganan kasus, praktik baik, serta tantangan institusi dalam menghadapi kekerasan berbasis gender.
Hari kedua, besok, ditutup dengan penandatanganan berita acara dukungan lahirnya Perbup sebagai langkah konkret perlindungan perempuan dan anak.
Sebanyak 65 kepala desa, camat, tokoh adat, penyintas, dan aparat hukum sepakat mendesak percepatan pembahasan peraturan tersebut.
SOPAN juga menggalang kampanye publik melalui media sosial dan media tradisional untuk menekan percepatan pengesahan Perbup itu.
Peraturan ini diharapkan menjadi acuan hukum lokal yang tegas melarang kawin tangkap dan menjamin perlindungan bagi korban kekerasan.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar