Penyakit Autoimun: Saat Sistem Kekebalan Tubuh Justru Menyerang Diri Sendiri
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Flat-style tentang penyakit autoimun, menampilkan perempuan dengan ruam di lengan dan siluet tubuh manusia dengan organ yang terdampak, melambangkan serangan sistem imun terhadap jaringan sehat (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Penyakit autoimun merupakan kondisi medis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat dalam tubuh.
Fenomena ini dapat menimbulkan kerusakan organ dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa belum ada penyebab tunggal yang pasti dari penyakit autoimun.
Namun, sejumlah faktor seperti genetik, infeksi, hormon, hingga lingkungan diduga berperan dalam memicu respons imun yang menyimpang.
Risiko autoimun meningkat pada individu dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
Secara ilmiah, sistem kekebalan seharusnya berfungsi mengenali dan melawan patogen seperti virus dan bakteri.
Dalam kasus autoimun, sel-sel imun keliru mengenali jaringan tubuh sebagai ancaman. Kondisi ini memicu peradangan kronis yang dapat menyerang berbagai organ, mulai dari sendi, kulit, kelenjar tiroid, hingga ginjal.
Hormon juga diketahui berperan penting. Angka kejadian autoimun lebih tinggi pada perempuan, khususnya usia produktif. Hal ini menguatkan dugaan bahwa estrogen memiliki andil dalam pengaruh sistem imun.
Selain itu, paparan lingkungan seperti asap rokok, zat kimia, dan pola makan tinggi gula ikut memperburuk risiko.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar