Bupati SBD Ratu Wulla: Jalan Rusak dan Pendidikan Jadi Prioritas meski di Tengah Keterbatasan Anggaran
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati SBD Ratu Wulla saat memberi sambutan di Desa Menne Ate, Wewewa Barat, Kamis (21/5/2026). Ia menegaskan komitmen pembangunan jalan dan pendidikan meski anggaran terbatas. (Lintassumba.com/Kobus Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTASSUMBA.COM – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan pemerintah daerah memahami keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak yang banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial.
Namun, ia menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan belum dapat dilakukan secara maksimal dan serentak di seluruh wilayah.
Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam acara pernikahan di Desa Menne Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kamis, 21 Mei 2026.
“Kita mengerti keluhan masyarakat. Pemerintah juga ingin pembangunan berjalan cepat, tetapi keterbatasan anggaran membuat semuanya belum maksimal,’ ujar Bupati.
Ia menyebut, pemerintah daerah tetap merencanakan pembangunan ruas jalan di wilayah Luakoba menuju Desa Luakoba yang akan dilakukan secara bertahap.
“Mungkin tahun ini kita mulai, dan tahun depan kita lanjutkan pembangunan jalan di wilayah tersebut,” katanya.
Bupati menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati, pimpinan OPD, serta DPRD berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Dengan anggaran yang terbatas, kami tetap berupaya melakukan pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati menyebut pihaknya terus berupaya mengakses program pembangunan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Ia mengungkapkan, sejumlah sekolah telah dibangun dan diusulkan untuk tahun berjalan, di antaranya PAUD, SD, SMP, dan PKBM.
“Tahun ini ada sekitar 35 PAUD, 29 SD, 7 SMP, dan 3 PKBM yang dibangun dan diusulkan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan unit sekolah baru (USB) serta puluhan sekolah lainnya melalui data yang telah diajukan ke pemerintah pusat.
Secara keseluruhan, lebih dari 101 sekolah di Sumba Barat Daya masuk dalam daftar usulan pembangunan di luar PAUD.
Bupati juga menyoroti masih rendahnya angka pendidikan di daerah tersebut, termasuk tingginya angka putus sekolah dan keterbatasan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, rata-rata lama sekolah di Sumba Barat Daya masih sekitar 6,0 tahun.
“Masih banyak anak-anak yang belum bersekolah karena faktor ekonomi. Ini yang terus kita dorong agar ke depan lebih baik,” pungkas bupati.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati SBD Alpawan Rangga Kaka, sejumlah anggota DPRD dari wilayah Wewewa Barat dan Wewewa Selatan, antara lain Alfonsus Yamba Kodi (Fraksi PAN), Alexander Samba Kodi (Fraksi NasDem), Lukas Camma (Fraksi PKB), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Kobus Tena








Saat ini belum ada komentar