Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Bahaya Keseringan Menonton Film 21+: Dampak Negatif bagi Kesehatan Mental dan Emosional

Bahaya Keseringan Menonton Film 21+: Dampak Negatif bagi Kesehatan Mental dan Emosional

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Menonton film 21+ atau film dengan konten dewasa telah menjadi bagian dari budaya populer di berbagai belahan dunia.

Meskipun dapat memberikan hiburan sesaat, keseringan menonton film dengan konten dewasa dapat memiliki dampak negatif yang serius pada kesehatan mental dan emosional seseorang.

1. Desensitisasi Terhadap Kekerasan dan Seksualitas

Keseringan menonton film 21+ dapat menyebabkan desensitisasi terhadap kekerasan dan seksualitas.

Paparan berulang terhadap adegan kekerasan atau konten seksual yang eksplisit dapat mengurangi sensitivitas kita terhadap hal-hal tersebut, bahkan membuat kita cenderung menerima atau meremehkan dampak negatifnya dalam kehidupan nyata.

2. Pengaruh Terhadap Perilaku Seksual

Studi telah menunjukkan bahwa konsumsi media yang berlebihan dengan konten seksual dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku seksual seseorang.

Keseringan menonton film 21+ dapat memperburuk pandangan yang tidak realistis tentang hubungan seksual dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan yang sehat dan bermakna.

3. Gangguan Kecemasan dan Depresi

Paparan terus-menerus terhadap konten yang mengandung kekerasan, seksualitas yang tidak sehat, atau citra tubuh yang tidak realistis dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Perasaan tidak puas dengan tubuhnya sendiri atau tekanan untuk meniru gaya hidup yang tidak realistis yang ditampilkan dalam film dapat merusak kesehatan mental seseorang.

4. Gangguan Tidur

Menonton film 21+ seringkali melibatkan begadang atau mengganggu pola tidur yang sehat.

Paparan terhadap cahaya biru dari layar televisi atau perangkat elektronik juga dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Gangguan tidur yang kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan gangguan mental.

5. Ketergantungan dan Isolasi Sosial

Keseringan menonton film 21+ dapat mengarah pada ketergantungan terhadap media tersebut, di mana seseorang merasa sulit untuk melepaskan diri atau mengurangi konsumsi konten tersebut.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penetapan Tersangka Kasus Perumda Lawadi Sumba Barat Daya, oleh Kejaksaan Negeri Sumba Barat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Kasus Korupsi Lawadi: Kejari Sumba Barat Tetapkan NK dan PM sebagai Tersangka

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Barat menetapkan dua pejabat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Lawadi, Kabupaten Sumba Barat Daya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. NK, Direktur Utama, dan PM, Direktur Pemasaran Perumda Lawadi periode 2020-2023, diduga terlibat dalam penyimpangan penyertaan modal yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2.262.025.450,-. “Penyidik telah […]

  • Kasat Lantas Polres SBD IPTU I Waya Suardika bersama personel Sat Lantas Polres SBD, Dispenda UPTD, Dishub, dan Jasa Raharja saat apel persiapan sebelum melakukan operasi gabungan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Gelar Operasi Gabungan, Kasat Lantas Polres SBD: Banyak Kendaraan Masih Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sat Lantas Polres Sumba Barat Daya (SBD) bersama Dinas Pendapatan Daerah UPTD Kabupaten SBD, Dinas Perhubungan SBD, dan Jasa Raharja gelar operasi gabungan untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Sapurata, Mandaelu, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Selasa, 09 Juli 2024. Operasi gabungan ini dipimpin oleh Kasat Lantas Polres […]

  • Ada Sumba Marapu

    Mengungkap Kekayaan Budaya Sumba: Sejarah Marapu

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sumba, sebuah pulau yang terletak di bagian timur Indonesia, bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya yang memikat. Salah satu aspek yang sangat mencolok dari warisan budaya pulau ini adalah kepercayaan tradisional mereka yang dikenal sebagai Marapu. Asal Usul Marapu Marapu adalah sistem kepercayaan tradisional yang […]

  • Bupati Sumba Barat Daya Tegaskan Kades Wajib Berkantor di Desa! 1:14 Play Button

    Bupati Sumba Barat Daya Tegaskan Kades Wajib Berkantor di Desa!

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala desa agar aktif berkantor dan melayani masyarakat langsung di desa masing-masing. Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen meningkatkan pelayanan publik dan kedisiplinan aparatur desa. Simak liputan lengkapnya dalam video ini!***

  • Kiri ke kanan: Presiden Pertama RI, Soekarno, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dan Presiden ke-4 RI, Gus Dur (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    DPR dan Stigma “Tertolol” Sahroni: Bagaimana dengan Soekarno dan Gus Dur?

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pernyataan mengejutkan keluar dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia menyebut, siapa pun yang ingin membubarkan DPR adalah orang “tertolol di dunia”. Sebuah ucapan yang tak hanya kasar, tetapi juga berbahaya secara politik. Pernyataan itu tentu bukan sekadar respons emosional. Ia mencerminkan arogansi politik, seolah lembaga DPR suci […]

  • Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake, mendapat kunjungan dari PT. TBS Energi Utama Tbk.

    Pj. Gubernur NTT dapat Kunjungan dari PT. TBS Energi Utama Tbk, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia Kalake, mendapat kunjungan dari PT. TBS Energi Utama Tbk. Kunjungan tersebut terjadi di Ruang Kerja Gubernur, Kota Kupang, NTT, pada Kamis, 14 Maret 2024. Saat itu, Presiden Direktur PT. Energi Baru TBS (EBT), Dimas Adi Wibowo menyampaikan update sejumlah proyek PT. TBS Energi […]

expand_less