Gaji Ditilap? Karyawan PT Telasi SBD Mogok Kerja, Sebenarnya…
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Head of Suppletion and Operation PT Telasi SBD Dedi Supriatma (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“PT Telasi baru beroperasi sekitar akhir tahun 2020. Sehingga sekrang PT Telasi di SBD baru berusia kurang lebih empat tahun,” kata Natalia lagi.
Sedangkan, terkait honor yang terpotong saat ditransfer via Bank NTT, PT Telasi SBD mengaku akan menghadirkan pihak Bank NTT untuk melakukan sosialisasi.
“Kita pakai sistem transfer bank NTT. Di setiap rekening ada dana mengendap sekitar 50 ribu. Belum lagi dipotong administrasi, pajak dan bunga. kalau misalnya tidak ada uang di dalam mereka harus potong pajak, jadi trpotong lagi gaji mereka. Tapi kami sudah minta ke bank untuk melakukan sosialisasi,” tukasnya.
Manajer itu pun menduga bahwa ada beberapa karyawan yang belum memahami sistem kerja perbankan.
“Tidak ada potongan. Kuatirnya, mungkin ada beberapa rekan-rekan karyawan yang belum mengerti soal perbankan pak,” tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, jumlah karyawan PHL di PT Telasi SBD sekitar 300-an orang. Rata-rata di dominasi oleh masyarakat lokal Sumba Barat Daya.
Para karyawan tersebut bekerja mulai dari pukul 08.00-17.00 Wita, dari hari senin sampai sabtu. Tetapi, pada hari sabtu hanya setengah hari saja.
Adapun, upah kerja karyawan pekerja harian lepas itu bervariasi. Mulai dari Rp.50 ribu hingga Rp.90 ribu per-hari. Besaran gaji akan dilihat dari lama bekerjanya seorang karyawan.
Berdasarkan pengakuan sejumlah karyawan PHL yang mogok kerja saat itu, mereka akan kembali bekerja pasca mendapat sosialisasi atas keluhan dari manager PT Telasi.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar