Kemenkes: Vaksinasi Massal Virus Cacar Monyet Belum Diperlukan di Indonesia
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Pentingnya pencegahan virus cacar monyet atau Mpox (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes, dijelaskan bahwa virus cacar monyet dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa, termasuk saat melakukan kontak seksual.
Penularan melalui droplet memerlukan kontak erat yang lama, sehingga anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang memiliki kontak erat dengan kasus positif berisiko lebih besar untuk tertular.
Gejala umum yang paling banyak dilaporkan pada kasus konfirmasi Mpox di Indonesia meliputi lesi kulit, demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).
Merespons status darurat kesehatan global, Kemenkes mengimbau masyarakat, terutama para pelaku perjalanan, untuk tetap waspada. Masyarakat disarankan untuk menghindari bepergian ke negara-negara yang terdampak Mpox dan mengikuti imbauan kesehatan dari pemerintah.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga perilaku seksual yang aman, termasuk menghindari berganti-ganti pasangan atau perilaku seks sesama jenis.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan fokus pada kelompok berisiko, Kemenkes berharap dapat menekan potensi penyebaran virus cacar monyet di Indonesia tanpa perlu melakukan vaksinasi massal.***
- Penulis: Johan Sogara



Saat ini belum ada komentar