Peserta SYD IV Jalani Live In di Empat Basis Stasi Halamadeta, Orang Tua Asuh Sambut dengan Sukacita
- account_circle Lintas Sumba
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peserta Sumba Youth Day IV se-Uskupan Weetebula yang live in di Stasi Halamadeta. (Lintas Sumba/Maksi Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Program live in peserta Sumba Youth Day (SYD) IV di Paroki Santo Yosep Waimarama yang di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT di mulai dari 18-21 juni 2026, dibagi di beberapa Stasi.
Salah satunya Stasi Halamadeta menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian kegiatan orang muda Katolik tersebut.
Puluhan peserta yang datang dari berbagai paroki se-Uskupan Weetebula ditempatkan di rumah-rumah umat dan dibagi ke dalam empat basis untuk tinggal bersama keluarga asuh selama beberapa hari.
Pembagian peserta ke empat basis dilakukan untuk memudahkan pendampingan sekaligus memberi kesempatan kepada peserta mengenal lebih dekat kehidupan umat di lingkungan setempat.
Selama live in, para peserta tidak hanya menginap di rumah warga, tetapi juga mengikuti aktivitas keluarga, berinteraksi dengan masyarakat, serta belajar tentang nilai kebersamaan dan pelayanan.
Kehadiran para peserta disambut hangat oleh keluarga-keluarga yang menjadi orang tua asuh. Mereka mengaku senang karena rumah yang biasanya sepi menjadi lebih hidup dengan kehadiran kaum muda.
“Anak-anak ini membawa suasana baru. Mereka cepat berbaur dengan keluarga dan masyarakat. Kami merasa senang bisa menerima mereka di rumah,” ujar Thomas Tari Tara selaku Pembina Umat dan tua asuh di Stasi Halamadeta.
Bagi umat setempat, program live in bukan sekadar menyediakan tempat tinggal sementara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antara peserta SYD IV dan masyarakat di Kodi.
Peserta juga memperoleh pengalaman langsung tentang kehidupan umat di tingkat basis. Mereka belajar hidup sederhana, membangun komunikasi dengan keluarga asuh, serta memahami realitas kehidupan masyarakat yang mungkin berbeda dengan lingkungan asal mereka.
Panitia SYD IV menilai kegiatan live in menjadi bagian penting dari pembinaan kaum muda karena memberikan pengalaman nyata tentang kehidupan menggereja yang berakar pada komunitas umat.
“Kami berharap para peserta tidak hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, dan pelayanan yang mereka alami selama tinggal bersama umat,” kata Marlin Bani salah satu pendamping kegiatan.
Suasana akrab yang tercipta selama live in terlihat dari kedekatan peserta dengan keluarga asuh dan masyarakat.
Banyak warga berharap hubungan yang terjalin selama kegiatan dapat terus berlanjut meski SYD IV nantinya berakhir.
Di Stasi Halamadeta, program live in membuktikan bahwa perjumpaan sederhana di tengah keluarga-keluarga umat mampu menghadirkan pengalaman yang mendalam.
Rumah-rumah warga tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang persaudaraan, iman, dan kebersamaan yang menjadi semangat utama Sumba Youth Day IV.***
- Penulis: Lintas Sumba
- Editor: Maksi Tena








Saat ini belum ada komentar