Sentil Sirekap, Komnas HAM Tekankan KPU RI Beri Data Pemilu yang Akurat
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Pemantauan Pemilu 2024 Pramono Ubaid Tanthowi (Instagram/@komnas.ham/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Betty menjelaskan bahwa petugas KPPS perlu memiliki perlengkapan yang memadai, seperti telepon genggam atau ponsel, dan juga akses internet yang cepat, agar dapat mengunggah data di setiap TPS.
Menurut pandangan Betty, setiap anggota KPPS harus mengambil foto data Form C menggunakan perangkat telepon pintar. Lalu, gambar itu dimasukkan ke dalam platform Sirekap.
Sistem rekam data ini menggunakan teknologi untuk mengidentifikasi tanda optis atau optical mark recognition (OMR) dan mengenali karakter optis atau optical character recognition (OCR).
Dengan adanya teknologi ini, pola tulisan manual bisa dikenali dan diubah menjadi nilai angka. Dengan kata lain, Sirekap memungkinkan untuk mengambil foto tulisan angka dan mengubahnya menjadi data numerik.
Betty juga menjabarkan, bahwa ada kesulitan yang muncul ketika teknologi Sirekap tidak dapat mengenali dengan akurat foto tulisan angka, yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian data numerik.
Senada dengan itu, Idham Kholid, anggota KPU RI, pun menjelaskan bahwa proses penghitungan suara mengalami keterlambatan karena pihak KPU telah melakukan penyesuaian antara data TPS dengan data yang ada di sistem Sirekap.
Namun, dia menegaskan bahwa petugas telah melaksanakan proses rekapitulasi di beberapa kota besar, termasuk Jakarta, hingga saat ini.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar