Serahkan Beasiswa PIP Jalur Aspirasi, Ketua DPC PDI Perjuangan SBD: Harus Digunakan Sebaik Mungkin!
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penyerahan secara simbolis bantuan beasiswa PIP jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, dilakukan Ketua DPC PDI Perjuangan SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, di SMKS Pancasila Tambolaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk investasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten SBD.
“Ini investasi untuk anak-anak kita menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang harus kita siapkan apa? Tentu saja SDM. Anak-anak kita,” katanya.
Ia menjelaskan, beasiswa tersebut merupakan bantuan melalui pokok pikiran (Pokir) Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Ini bantuan Pokir Bapak Stevano Rizki Adranacus. Ini berkat untuk Sumba Barat Daya menyongsong Indonesia Emas 2045. Harus digunakan sebaik mungkin,” ujarnya.
Angga Kaka yang juga Wakil Bupati SBD itu, mengingatkan para siswa mengenai tantangan perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Saat ini kita dihadapkan pada guncangan AI. Karena itu, pesan saya, kita harus memastikan anak-anak kita ke depan benar-benar menjadi generasi penerus SBD yang mampu menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memahami dan mewaspadai bahaya dari penggunaan AI,” katanya.
Ia meminta para siswa belajar dengan tekun agar dapat meraih cita-cita dan tidak merasa rendah diri karena latar belakang pekerjaan orang tua.
“Belajar yang tekun agar apa yang dicita-citakan tercapai. Jangan minder kalau orang tua petani dan peternak,” pesannya.
Menurutnya, anak-anak merupakan aset paling berharga yang harus dipersiapkan sejak sekarang untuk menentukan masa depan daerah.
“Ingat, harta yang paling berharga itu anak-anak,” ujarnya.
Ia pun mengajak para guru dan orang tua agar tidak hanya memandang anak-anak sebagai murid, tetapi memastikan mereka tumbuh sebagai generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan pandang mereka hanya sebagai murid, tapi kita harus pastikan bahwa mereka benar-benar menjadi generasi penerus yang siap menghadapi Indonesia Emas 2045,” katanya.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar